DKI Jakarta bersama sembilan provinsi lainnya yang tergabung dalam Forum Kerja Sama Daerah-Mitra Praja Utama (FKD-MPU) mengikuti rapat bersama Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia. Pertemuan ini diselenggarakan untuk membahas berbagai isu strategis yang berkaitan dengan pariwisata pada 20-21 Oktober di Sanur, Bali.
Tenaga Ahli Utama Sekretaris Bersama Forum Kerja Sama Daerah, Hailul Khairi, menjelaskan bahwa perencanaan bersama ini bertujuan untuk memperkuat kerjasama antarwilayah. Langkah ini diperlukan agar dapat disesuaikan dengan anggaran yang ada di setiap daerah.
“Penyusunan rencana aksi bersama akan memudahkan koordinasi antara provinsi-sekatiga provinsi dan memastikan setiap kerja sama dapat diimplementasikan dengan baik di lapangan. Dalam forum ini, semua daerah dapat berkolaborasi, baik bersama 10 provinsi atau hanya beberapa provinsi saja,” kata Hailul, dalam keterangan tertulis, Rabu (22/10/2025).
Selama rapat, setiap perwakilan daerah sepakat untuk bekerja sama dalam berbagai bidang, termasuk mengutamakan program pariwisata berkualitas dan berkelanjutan hingga tahun 2029. Keputusan ini akan menjadi pedoman untuk aksi konkret dalam lima tahun ke depan.
Selain DKI Jakarta, provinsi lainnya yang ikut serta adalah Lampung, Banten, Jawa Barat, Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur. Dalam pertemuan ini, setiap provinsi menyusun rencana aksi tahunan dari dinas terkait.
Hailul menjelaskan bahwa agenda diskusi ini sesuai dengan salah satu bidang kerja sama antardaerah. Ada enam agenda utama yang dibahas dalam diskusi bertema ‘Inovasi dan Optimalisasi Pengelolaan Sektor Pariwisata’, yakni ketahanan pangan, pariwisata, Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) dan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), kebencanaan, SPBE, serta keamanan dan ketertiban umum.
“Rapat gabungan ini sangat penting untuk mengkonkretkan hasil perjanjian kerja sama (PKS) yang sebelumnya belum diikuti dengan tindak lanjut di lapangan, termasuk di bidang pariwisata. Di bidang ini, juga sudah dibahas oleh Kementerian melalui diskusi ini, apa yang menjadi prioritas ke depannya,” tutur Hailul.
Sementara, Asisten Deputi Management Strategis Kemenpar I Gusti Ayu Dewi Hendriyani menyatakan bahwa Kementerian telah memiliki garis besar pengelolaan pariwisata berkelanjutan di Indonesia hingga tahun 2045. Prioritas saat ini adalah target hingga tahun 2029 melalui sejumlah agenda yang diyakini dapat mempercepat pencapaian.
“Dalam RPJMN (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional) 2025-2029, pariwisata berkualitas dan berkelanjutan menjadi prioritas,” kata Dewi.
Dewi menjelaskan dalam rancangan itu, sasaran pembangunan pariwisata ke depannya adalah meningkatkan nilai tambah dan daya saing. Beberapa strategi yang dilaksanakan antara lain peningkatan kelembagaan dan tata kelola destinasi, peningkatan industri dan rantai pasok inklusif, peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM), hingga mendorong kesiapan destinasi menghadapi resiko, serta promosi yang berkelanjutan.
Pariwisata hijau juga disebut sebagai salah satu catatan, yang akan dimulai dengan pembangunan infrastruktur yang memadai.
“Terdapat upaya lain dalam meningkatkan daya saing, seperti membangun Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata,” sebut Dewi.
“Terdapat juga wisata bahari yang mendukung ekonomi biru. Semua ini dilakukan untuk transformasi pariwisata berkelanjutan,” sambungnya.
Untuk mencapai target tersebut, Dewi berharap agar seluruh daerah dapat mulai mengembangkan SDA yang unggul dalam meningkatkan SDM dan komunitas pariwisata, diikuti dengan pengelolaan destinasi pariwisata secara optimal melalui kolaborasi dengan stakeholder terkait.
Selanjutnya, diperlukan penguatan ekosistem industri dan investasi, pemasaran dan promosi yang konsisten, serta penyelenggaraan event berkelanjutan yang berkualitas.
“Kalau soal promosi, daerah harus gencar melakukannya. Baik itu melalui media sosial atau program lainnya,” kata Dewi.
“Selain itu, segmen pasar juga jadi perhatian. Harus ada wisatawan yang memiliki daya beli tinggi. Dengan demikian pengeluaran lebih banyak saat berlibur dan berdampak pada perputaran perekonomian di tengah masyarakat,” pungkasnya.
Kerja sama antarwilayah dalam pembangunan pariwisata berkelanjutan tidak hanya akan menambah daya saing Indonesia di pasar global, tetapi juga memberikan dampak positif bagi masyarakat setempat. Dengan koordinasi yang baik dan strategi yang terarah, pariwisata di Indonesia dapat terus berkembang dan menjadi salah satu pilar utama perekonomian. Mari kita dukung usaha ini dengan semangat dan inovasi!
Baca juga Berita lainnya di News Page

Saya adalah jurnalis di thecuy.com yang fokus menghadirkan berita terkini, analisis mendalam, dan informasi terpercaya seputar perkembangan dunia finansial, bisnis, teknologi, dan isu-isu terkini yang relevan bagi pembaca Indonesia.
Sebagai jurnalis, saya berkomitmen untuk:
Menyajikan berita yang akurasi dan faktanya terverifikasi.
Menulis dengan bahasa yang mudah dipahami, namun tetap menjaga integritas jurnalistik.
Menghadirkan laporan mendalam yang memberi perspektif baru bagi pembaca.
Di thecuy.com, saya tidak hanya melaporkan berita, tetapi juga berupaya menganalisis tren agar pembaca dapat memahami konteks di balik setiap peristiwa.
📌 Bidang Liputan Utama:
Berita Terbaru & ekonomi, keuangan.
Perkembangan teknologi dan inovasi digital.
Tren bisnis dan investasi.
Misi saya adalah membantu pembaca mendapatkan informasi yang cepat, akurat, dan dapat dipercaya, sehingga mereka bisa membuat keputusan yang lebih cerdas dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia usaha.
📞 Kontak
Untuk kerja sama media atau wawancara, silakan hubungi melalui halaman Kontak thecuy.com atau email langsung ke admin@thecuy.com.