Polisi telah memulai investigasi terkait insiden bunuh diri mahasiswa Universitas Udayana (Unud) dengan inisial TAS, berusia 21 tahun. Langkah ini diambil setelah keluarga korban melakukan laporan resmi kepada Polresta Denpasar. Kompol I Ketut Sukadi, Kepala Subbidang Humas Polresta Denpasar, menjelaskan bahwa pemberitaan di media sosial yang beragam menjadi alasan utama untuk memastikan penyebab kejadian.
Menurutnya, pihak kepolisian juga telah melakukan penyelidikan dengan mengumpulkan keterangan dari beberapa saksi terkait. Informasi yang sebelumnya beredar mengatakan TAS jatuh dari lantai dua, namun polisi membantah dan mengungkapkan bahwa korban sebenarnya melompat dari lantai empat. Peristiwa tragis ini terjadi di depan gedung FISIP Unud, Jalan Sudirman, Denpasar, Bali, tepat pada Rabu, 15 Oktober 2025.
Saksi dengan inisial NKGA, juga mahasiswa Unud, menyaksikan kejadian saat berada di lantai empat menunggu dosen bersama temannya. NKGA mengungkapkan bahwa pada pukul 08.30 Wita, dia bersama teman (dengan inisial D) duduk di teras depan kelas, sedang berdiskusi tentang mata kuliah. Setelah sekitar 15 menit, TAS tiba dari arah pintu lift dengan menanggung tas ransel dan mengenakan baju putih. Dia terlihat panik dan memiliki ekspresi yang kelihatan mencari sesuatu di sekitar kampus.
TAS kemudian duduk di kursi panjang di sisi barat kelas, namun karena saksi tidak mengenali dia, tidak ada tindakan lebih lanjut. Tak lama kemudian, TAS melompat dari lantai empat. Mahasiswa lain dan petugas keamanan kampus segera bergegas menghampiri korban dan mengirimkannya ke Rumah Sakit Umum Pusat Prof Ngoerah, Denpasar. Saat sampai di Instalasi Gawat Darurat, TAS masih sadar, namun karena mengalami pendarahan dan kesadaran yang menurun, kondisinya menjadi kritis.
Penyebab pasti kejadian ini masih diperjelas. Polisi terus menggalang bukti dan mengumpulkan keterangan dari berbagai pihak untuk mengetahui apakah ada faktor yang mendorong TAS melaksanakan tindakan tersebut. Kejadian ini mengingatkan mengenai pentingnya perhatian terhadap kesejahteraan mental mahasiswa, terutama dalam menghadapi tekanan akademis dan kehidupan kampus.
Masyarakat dihimbau untuk lebih sensitif terhadap tanda-tanda ketidakstabilan mental dan memberikan dukungan yang lebih kaya. Ketika seseorang tampak tertekan atau menunjukkan perilaku yang mencurigakan, sebaiknya tidak diabaikan. Dukungan keluarga, teman, dan layanan kesehatan jiwa sangat penting untuk mencegah tragedi serupa di masa mendatang.
Kasus ini juga mengajarkan betapa pentingnya lingkungan kampus yang dukungan dan adanya mekanisme pendukung untuk mahasiswa yang mengalami kesulitan. Universitas dan pihak berwenang harus bekerja sama untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman dan penuh harapan bagi generasi muda.
Baca juga Berita lainnya di News Page

Saya adalah jurnalis di thecuy.com yang fokus menghadirkan berita terkini, analisis mendalam, dan informasi terpercaya seputar perkembangan dunia finansial, bisnis, teknologi, dan isu-isu terkini yang relevan bagi pembaca Indonesia.
Sebagai jurnalis, saya berkomitmen untuk:
Menyajikan berita yang akurasi dan faktanya terverifikasi.
Menulis dengan bahasa yang mudah dipahami, namun tetap menjaga integritas jurnalistik.
Menghadirkan laporan mendalam yang memberi perspektif baru bagi pembaca.
Di thecuy.com, saya tidak hanya melaporkan berita, tetapi juga berupaya menganalisis tren agar pembaca dapat memahami konteks di balik setiap peristiwa.
📌 Bidang Liputan Utama:
Berita Terbaru & ekonomi, keuangan.
Perkembangan teknologi dan inovasi digital.
Tren bisnis dan investasi.
Misi saya adalah membantu pembaca mendapatkan informasi yang cepat, akurat, dan dapat dipercaya, sehingga mereka bisa membuat keputusan yang lebih cerdas dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia usaha.
📞 Kontak
Untuk kerja sama media atau wawancara, silakan hubungi melalui halaman Kontak thecuy.com atau email langsung ke admin@thecuy.com.