Cara Menilai Keandalan Tips Keuangan dari Influencer

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

OJK meminta masyarakat agar berhati-hati terhadap informasi investasi yang disebarkan oleh finfluencer. Para penggemar media sosial seperti Instagram, Twitter, atau TikTok seringkali terbawa emosi saat melihat konten keuangan yang menarik. Namun, tidak semua saran yang diberikan oleh finfluencer cocok diterapkan tanpa pengecekan lebih lanjut.

Finfluencer adalah individu yang membagikan konten terkait keuangan, seperti menabung, investasi, dan pengelomanan keuangan. Meskipun beberapa di antaranya memiliki tujuan edukatif, ada juga yang hanya mempromosikan produk tertentu tanpa dasarkah keuangan yang kuat. Oleh karena itu, masyarakat perlu lebih selektif dalam memilih informasi yang akan diikuti.

OJK mengingatkan bahwa tidak semua konten populer adalah benar. Sebelum mengikuti saran dari finfluencer, pastikan untuk mengetahui siapa mereka, apa latar belakang mereka, dan apakah konten yang mereka sampaikan sesuai dengan kondisi keuangan pribadi. Jika tidak hati-hati, ada kemungkinan seseorang bisa terjebak dalam penipuan keuangan.

“Jangan langsung mengambil keputusan berinvestasi tanpa riset yang matang. Gunakan konten finfluencer sebagai bahan belajar, bukan sebagai panduan langsung,” ujar OJK dalam unggahan Instagram resmi mereka.

Finfluencer yang edukatif biasanya memberikan penjelasan yang lengkap, termasuk manfaat, risiko, dan konteks yang relevan. Mereka juga transparan ketika ada kerja sama atau sponsor dan tidak menjanjikan hasil instan. Sebaliknya, influencer yang lebih kejar kepentingan sering mengklaim hal-hal sensasional seperti “menjadi kaya dalam seminggu” atau “menghasilkan untung besar tanpa modal.”

Berikut beberapa langkah untuk mengevaluasi informasi sebelum mengikuti saran dari influencer:

  1. Periksa kredibilitas: Pastikan influencer memiliki latar belakang pendidikan, pengalaman, atau sertifikasi di bidang keuangan.
  2. Pastikan memiliki izin: Jika influencer berfokus pada edukasi, pastikan mereka memiliki izin sebagai penasihat investasi sesuai POJK 13/2025 Pasal 109.
  3. Nilai isi konten: Perhatikan apakah saran yang diberikan logis dan seimbang, atau hanya berfokus pada hasil fantasi.
  4. Sesuaikan dengan kondisi keuangan: Ingat, setiap orang memiliki situasi, tujuan, dan toleransi risiko yang berbeda. Strategi yang cocok untuk seorang mungkin tidak cocok untuk yang lain.
  5. Verifikasi dari sumber lain: Cek informasi di situs resmi OJK, portal edukasi finansial terpercaya, atau konsultasikan dengan perencana keuangan tersertifikasi (CFP).

Keputusan keuangan bijak datang dari penelitian yang matang, bukan hanya dari konten yang populer. Jaga keuanganmu dengan bijak, pastikan setiap langkah yang diambil telah melalui evaluasi yang cermat.

Baca Berita dan Informasi Finance lainnya di Finance Page

Tinggalkan Balasan