Industri manufaktur tetap menjadi penyerap tenaga kerja terbesar meski terkena dampak pemutusan hubungan kerja

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Wakil Menteri Perindustrian, Faisol Riza, mengakui adanya pemutusan hubungan kerja (PHK) yang terjadi di beberapa bidang manufaktur, termasuk tekstil dan rokok. Namun, ia menekankan bahwa sektor ini masih memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian negara. Sektor manufaktur telah memberikan sumbangan sekitar 16,92% terhadap PDB nasional dan mencakup sekitar 19 juta pekerja.

Dalam acara perayaan 1 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran di Jakarta, Faisol Riza menjelaskan bahwa meskipun sering dilaporkan tentang PHK di beberapa sektor, manufaktur tetap menjadi pelopor dalam penyerapan tenaga kerja. Di samping itu, investasi di bidang manufaktur mencapai Rp 366,6 triliun, yang berpotensi menyerap antara 16 hingga 21 juta tenaga kerja.

Faisol Riza juga menegaskan bahwa kondisi industri manufaktur di Indonesia tetap positif. Hal ini dibuktikan dengan performa Indeks Manufaktur Indonesia (PMI) yang melebihi level 50, serta indeks kepercayaan industri yang konsisten di atas angka tersebut. Dalam jangka waktu Januari sampai Agustus 2025, ekspor dari industri manufaktur mencapai US$ 147,95 miliar atau 79,9% dari total ekspor nasional sebesar US$ 185,13 miliar.

Sektor manufaktur terus menunjukkan dinamisme yang positif, dengan investasi yang signifikan dan kontribusi besar terhadap perekonomian. Keberhasilan dalam menarik investasi dan menambah nilai ekspor menunjukkan potensi untuk lebih banyak kesempatan kerja. Untuk mencapai pertumbuhan yang berkelanjutan, penting bagi pemerintah dan industri untuk terus bekerja sama dalam mendukung kestabilan dan inovasi di bidang manufaktur.

Data riset terbaru menunjukkan bahwa sektor manufaktur akan terus menjadi pilar utama perekonomian Indonesia. Dengan dukungan politik yang konsisten dan investasi yang terus bertambah, sektor ini dapat memberikan dampak positif yang lebih luas bagi masyarakat. Analisis unik dan simplifikasi: Manufaktur bukan hanya tentang produk yang dihasilkan, tetapi juga tentang jaring kerja dan kesempatan yang diciptakan. Kesimpulan: Indonesia memang memiliki potensi besar dalam manufaktur. Dibandingkan dengan negara-negara lain, sektor ini bisa menjadi jalur utama untuk menciptakan lapangan kerja baru dan menjaga stabilitas ekonomi.

Baca Berita dan Informasi Finance lainnya di Finance Page

Tinggalkan Balasan