Tensi hubungan dagang antara China dan Amerika Serikat (AS) semakin memanas sejak akhir pekan lalu. Mulai Selasa (14/10) setelahnya, kedua negara telah menerapkan tarif khusus untuk kapal asing yang berlabuh di pelabuhan mereka. China menentukan biaya tambahan untuk kapal-kapal yang berasal dari AS, sedangkan AS juga melakukannya untuk kapal-kapal asal China.
Menurut laporan SCMP pada Rabu (15/10/2025), kebijakan tarif ini diperkirakan akan memengaruhi industri pelayaran secara global. Hal ini bisa membawa ketidakpastian dan menaikkan biaya pengiriman barang.
Para analis mengungkapkan bahwa tarif tambahan di pelabuhan China ditujukan pada kapal yang dibangun, berbendera, dimiliki, atau dioperasikan oleh AS. Selain itu, tarif tersebut juga berlaku untuk kapal yang dimiliki atau dioperasikan oleh entitas dengan kepemilikan saham AS sebesar 25% atau lebih. Namun, tarif ini tidak berlaku untuk kapal milik atau buatan China, serta kapal kosong yang datang untuk diperbaiki.
Menurut catatan riset HSBC Global, aturan kepemilikan 25% ini memperluas dampak kebijakan hingga ke kapal negara ketiga yang terkait finansial dengan AS. Hal ini memengaruhi armada global secara lebih luas.
Tarif tambahan ini akan menambahkan beban biaya bagi ekspor pertanian AS dan entitas terkait. Misalnya, perusahaan bijih besi seperti Vale, yang sebagian besar sahamnya dipegang oleh investor AS, juga akan terkena dampak.
Sementara itu, Direktur Drewry Maritime Research, Jayendu Krishna, menyatakan bahwa pengecualian untuk kapal buatan China bisa memberikan kemudahan bagi pemilik kargo dan operator pengiriman. Data menunjukkan bahwa sekitar 36% armada global terdiri dari kapal buatan China, termasuk 48% untuk kapal pengangkut curah kering, 30% untuk kapal kontainer, dan 23% untuk kapal tanker minyak mentah.
Krishna juga menambahkan bahwa walaupun ada fleksibilitas dalam penempatan kapal, tantangan operasional tetap ada karena pemilik kapal mungkin tidak memiliki waktu yang cukup untuk merevisi jadwal pengiriman.
Di sisi lain, biaya pelabuhan di AS diperkirakan akan membebani 10 operator terbesar di dunia dengan total biaya sebesar US$ 3,2 miliar atau Rp 53,06 triliun pada tahun 2026. Armada Cosco Group, milik negara China, diantara yang paling terdampak.
Beijing masih memberikan ruang untuk negosiasi, karena peraturan mereka menyatakan bahwa cakupan, tarif, dan tanggal efektif biaya pelabuhan akan disesuaikan sesuai kebutuhan. Menurut Ren Yanbing, pengacara maritim dari firma hukum Dentons, jika AS membatalkan atau menurunkan tarif, China akan mengikuti.
Dampak kebijakan ini akan sangat terasa pada industri pelayaran global, terutama bagi perusahaan yang tergabung dalam rantai pasok transnasional. Kondisi ini mendorong semua pihak untuk mencari solusi yang lebih kolaboratif agar perdagangan dunia tetap berjalan dengan lancar. Perubahan dalam kebijakan tarif dapat mempengaruhi kestabilan ekonomi global, sehingga kerjasama antarknegara menjadi kunci untuk menghadapi tantangan ini.
Baca Berita dan Informasi Finance lainnya di Finance Page

Saya adalah jurnalis di thecuy.com yang fokus menghadirkan berita terkini, analisis mendalam, dan informasi terpercaya seputar perkembangan dunia finansial, bisnis, teknologi, dan isu-isu terkini yang relevan bagi pembaca Indonesia.
Sebagai jurnalis, saya berkomitmen untuk:
Menyajikan berita yang akurasi dan faktanya terverifikasi.
Menulis dengan bahasa yang mudah dipahami, namun tetap menjaga integritas jurnalistik.
Menghadirkan laporan mendalam yang memberi perspektif baru bagi pembaca.
Di thecuy.com, saya tidak hanya melaporkan berita, tetapi juga berupaya menganalisis tren agar pembaca dapat memahami konteks di balik setiap peristiwa.
📌 Bidang Liputan Utama:
Berita Terbaru & ekonomi, keuangan.
Perkembangan teknologi dan inovasi digital.
Tren bisnis dan investasi.
Misi saya adalah membantu pembaca mendapatkan informasi yang cepat, akurat, dan dapat dipercaya, sehingga mereka bisa membuat keputusan yang lebih cerdas dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia usaha.
📞 Kontak
Untuk kerja sama media atau wawancara, silakan hubungi melalui halaman Kontak thecuy.com atau email langsung ke admin@thecuy.com.