Partai Buruh Mendukung Kenaikan Upah Minimum 10,5% Dikarenakan Alasan Penting

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Partai Buruh mengajukan peningkatan upah minimum tahun 2026 dalam rentang 8,5 hingga 10,5 persen. Peningkatan ini didasarkan pada putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 168 Tahun 2024.

Dalam konferensi pers di Jakarta Pusat, Said Iqbal, Presiden Partai Buruh, menyampaikan bahwa koalisi serikat pekerja KSB-PB, Partai Buruh, serta KSPI mendukung angka kenaikan tersebut.

Menurut Said, putusan MK tersebut menyarankan penentuan upah minimum harus mempertimbangkan inflasi, pertumbuhan ekonomi, dan beberapa indeks tertentu untuk memenuhi kebutuhan hidup layak. Ia menjelaskan bahwa angka 10,5 persen dianggap wajar, dengan pertumbuhan ekonomi nasional sebagai dasar utama perhitungan.

Ia menyerahkan bahwa pertumbuhan ekonomi di setiap provinsi berbeda-beda. Contohnya, Maluku Utara memiliki pertumbuhan sebesar 30 persen, enam kali lipat dari rata-rata nasional. Oleh karena itu, Partai Buruh menggunakan indeks tertentu seperti 1,4, dan 1,0 untuk menghitung kenaikan upah.

Peningkatan upah ini diharapkan dapat meningkatkan daya beli masyarakat, terutama setelah terjadi deflasi bulan lalu yang mencerminkan penurunan daya beli. Said menjelaskan bahwa salah satu cara untuk meningkatkan konsumsi adalah dengan menaikkan upah yang wajar, sehingga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi.

Terbaru, data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa inflasi tahunan mencapai 4,2 persen, sedangkan pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal III-2025 mencapai 5,3 persen. Hal ini menunjukkan bahwa peningkatan upah minimum dapat memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat.

Dalam praktiknya, peningkatan upah minimum memang sulit untuk diimplementasikan secara seragam di seluruh Indonesia, terutama di daerah-daerah dengan pertumbuhan ekonomi yang berbeda. Namun, langkah ini dianggap penting untuk menjamin kesejahteraan pekerja dan mengurangi kesenjangan sosial.

Peningkatan daya beli masyarakat melalui upah yang lebih tinggi tidak hanya berguna untuk menanggulangi inflasi, tetapi juga dapat mendorong konsumsi domestik. Hal ini penting, karena konsumsi merupakan salah satu komponen utama pertumbuhan ekonomi. Dengan daya beli yang lebih tinggi, masyarakat akan lebih mencerminkan aktivitas ekonomi yang sehat dan berkelanjutan.

Dengan demikian, langkah Partai Buruh untuk mengajukan kenaikan upah minimum ini tidak hanya tentang keadilan sosial, tetapi juga tentang strategi ekonomi yang lebih luas. Investasi dalam kesejahteraan pekerja akan memiliki dampak jangka panjang bagi pembangunan nasional.

Ayo, mari kita dukung dan perbanyak upaya untuk meningkatkan kesejahteraan semua lapisan masyarakat, agar Indonesia menjadi negara yang lebih adil dan makmur.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan