Seorang nenek berusia 82 tahun di China harus segera dirujuk ke fasilitas kesehatan setelah mengonsumsi delapan ekor katak dalam keadaan hidup. Tindakannya dilakukan dengan harapan dapat mengobati gejala sakit punggung bawah yang dialaminya. Pasien ini, yang bernama Zhang, mengikuti kepercayaan tradisional bahwa memakan amfibi hidup dapat membantu mengurangi nyeri due to hernia diskus.
Pada bulan September, ia meminta keluarganya untuk menangkap katak tanpa menyelidiki tujuan penggunaan tersebut. Dapatkan tiga ekor katak, ia langsung mengonsumsinya dengan kondisi hidup. Hari berikutnya, ia melanjutkan dengan mengonsumsi lima ekor katak lainnya. Tidak lama kemudian, Zhang merasakan nyeri perut yang sangat menegangkan, sehingga memaksanya untuk mencari perawatan medis.
“Bunda saya memakan delapan katak hidup. Sekarang kram perut yang parah membuatnya tidak dapat berjalan dengan lancar,” terang salah seorang anaknya, seperti dikutip dari Metro Minggu, 12 Oktober 2025. Setelah pemeriksaan, tim medis mengungkap bahwa Zhang menderita infeksi parasit. Dokter yang menangani kasus ini menyatakan hal ini bukan kejadian baru.
Pada tahun 2015, seorang wanita berusia 29 tahun harus menjalani operasi untuk mengekstraksi parasit sepanjang 10 cm dari kepala. Terungkap, pasien tersebut sudah mengonsumsi katak hidup sejak berusia 5 tahun.
Menurut dokter, konsumsi katak hidup telah merusak sistem pencernaan pasien dan menyebabkan infestasi beberapa jenis parasit, termasuk sparganum. Sparganum adalah tahap larva cacing pita Spirometra yang dapat menginfeksi manusia melalui air atau daging hewan seperti katak, ular, atau ikan yang dimakan mentah. Infeksi ini disebut sparganosis, dan dapat menyebabkan gejala seperti benjolan, nyeri, atau peradangan di berbagai jaringan tubuh, termasuk otak dan mata.
Hewan sering digunakan dalam pengobatan tradisional China untuk berbagai penyakit. Beberapa di antaranya adalah katak, empedu ular, dan salamander. Salamander raksasa diyakini membantu mengatasi anemia dan disentri, sementara katak dan berudu digunakan untuk masalah kulit. Namun, para ahli kesehatan memperingatkan bahwa mengonsumsi hewan mentah atau hidup dapat menimbulkan resiko kesehatan serius.
Alasan Nenek China Melakukan Tindakan Makan Katak
Masyarakat China sudah lama mengenal penggunaan hewan dalam pengobatan tradisional. Kepercayaan yang melekat pada katak dan hewan lainnya sebagai obat alami telah berlangsung selama generasi. Namun, dalam kasus ini, penanganan yang tidak tepat menyebabkan dampak buruk bagi kesehatan.
Perawatan Medis yang Ditangani
Pasien dengan gejala sparganosis biasanya membutuhkan pengobatan yang intensif. Penanganan infeksi parasit ini melibatkan pengobatan obat-obatan spesifik dan, dalam kasus-kasus ekstrem, operasi untuk menghilangkan parasite yang sudah menempel pada jaringan tubuh.
Dampak Jika Tidak Ditangani
Jika tidak segera diberi perawatan, infeksi parasit seperti sparganosis dapat menimbulkan komplikasi serius, termasuk kerusakan organ vital. Hal ini mengingatkan betapa pentingnya konsultasi dengan profesional kesehatan sebelum mengikuti praktik pengobatan alternatif yang berisiko.
Tips Penting untuk Pengobatan Tradisional
Sebelum mengikuti pengobatan tradisional yang melibatkan penggunaan hewan, penting untuk:
- Konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu
- Hindari konsumsi hewan mentah atau hidup
- Pilih metode pengobatan yang terdaftar dan aman
Pengobatan tradisional dapat menjadi solusi untuk beberapa masalah kesehatan, tetapi harus dilakukan dengan hati-hati. Dalam kasus Nenek Zhang, keputusan untuk mengonsumsi katak hidup tanpa pengawasan medis telah menimbulkan masalah serius. Ceritanya menjadi peringatan bagi semua orang bahwa praktik pengobatan alternatif harus selalu diawasi profesional.
Baca Berita dan Info Kesehatan lainnya di Seputar Kesehatan Page

Saya adalah jurnalis di thecuy.com yang fokus menghadirkan berita terkini, analisis mendalam, dan informasi terpercaya seputar perkembangan dunia finansial, bisnis, teknologi, dan isu-isu terkini yang relevan bagi pembaca Indonesia.
Sebagai jurnalis, saya berkomitmen untuk:
Menyajikan berita yang akurasi dan faktanya terverifikasi.
Menulis dengan bahasa yang mudah dipahami, namun tetap menjaga integritas jurnalistik.
Menghadirkan laporan mendalam yang memberi perspektif baru bagi pembaca.
Di thecuy.com, saya tidak hanya melaporkan berita, tetapi juga berupaya menganalisis tren agar pembaca dapat memahami konteks di balik setiap peristiwa.
📌 Bidang Liputan Utama:
Berita Terbaru & ekonomi, keuangan.
Perkembangan teknologi dan inovasi digital.
Tren bisnis dan investasi.
Misi saya adalah membantu pembaca mendapatkan informasi yang cepat, akurat, dan dapat dipercaya, sehingga mereka bisa membuat keputusan yang lebih cerdas dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia usaha.
📞 Kontak
Untuk kerja sama media atau wawancara, silakan hubungi melalui halaman Kontak thecuy.com atau email langsung ke admin@thecuy.com.