Istri Purbaya Mengadu Pencemaran Nama Baik Karena Pindah Kerja dan Penurunan Gaji

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Menteri Keuangan saat ini, Purbaya Yudhi Sadewa, pernah merasakan reaksi istrinya yang tidak senang saat ia memutuskan berpindah pekerjaan dengan gaji yang menurun. Purbaya menjelaskan bahwa perjalanan karirnya dari PT Danareksa (Persero) ke Kantor Staf Presiden (KSP) menyebabkan penurunan pendapatan sekitar 10 persen.

Dalam acara Investor Daily Summit di Jakarta pada Kamis tanggal 9 Oktober 2025, Purbaya menjelaskan bahwa ketika bekerja di KSP, ia tidak lagi menerima gaji sebesar ketika masih di BUMN seperti PT Danareksa. “Saya pindah dari Danareksa ke KSP. Danareksa adalah BUMN, sedangkan KSP adalah pegawai negeri, jadi gaji turun sekitar sepersepuluh,” ujarnya.

Meskipun demikian, Purbaya tetap merasa bangga karena perannya memberikan masukan langsung ke Presiden. Namun, istrinya, Ida, tidak menyukai keputusan tersebut. “Saya cerita ke istri saya, ‘Bangga ya, Ibu?’ Namanya Ida. Saya bilang, ‘Saya sudah memberikan masukan ke Presiden, ekonomi sekarang bagus.’ Dia hanya diam. Kemudian katanya, ‘Kamu goblok.’ Kenapa? ‘Gaji naik atau turun?’ Turun. ‘Berapa?’ Sepersepuluhnya. ‘Ya goblok kan lo,'” terangnya.

Walaupun gajinya menurun, Purbaya masih merasa puas karena perannya dalam menciptakan ekonomi yang lebih baik. “Jadi saya bisa menjadi ekonom yang pintar, tetapi ternyata ada sisi lain di mana saya dianggap bodoh. Tapi it’s okay,” tutupnya yang juga pernah menjabat sebagai Ketua Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Menurut laporan terkini, keputusan untuk berpindah ke KSP bukan hanya tentang gaji, tetapi juga tentang pengaruh yang lebih besar dalam pembentukan kebijakan ekonomi nasional. Studi kasus seperti ini menunjukkan betapa pentingnya keseimbangan antara keputusan karir dan kebutuhan keluarga. Meskipun ada korban finansial, kesempatan untuk berkontribusi pada tingkat lebih tinggi justru menjadi motivasi utama.

Pembaruan policy terkait pelaporan keuangan pemerintah menunjukkan adanya upaya untuk meningkatkan transparansi, termasuk pengungkapan gaji pegawai negeri sipil. Hal ini bisa memengaruhi keputusan serupa di masa depan.

Dalam dunia profesional, sering kali ada pilihan antara keuntungan finansial jangka pendek dan dampak jangka panjang. Purbaya Yudhi Sadewa memilih untuk menjadi bagian dari proses pembuatan kebijakan, meskipun berarti mengorbankan beberapa hal. Hal ini mengharapkan kita untuk mempertimbangkan apa yang sesuai dengan prioritas hidup kita.

Memang, tidak semua keputusan karir bisa memuaskan semua pihak. Namun, penting untuk tetap konsisten dengan nilai-nilai sendiri dan berani mengambil resiko untuk hal yang lebih besar.

Baca Berita dan Informasi Finance lainnya di Finance Page

Tinggalkan Balasan