BPOM RI mengungkapkan keprihatinan terkait kasus sirup obat batuk asal India yang dicurigai mengandung dietilen glikol (DEG) melebihi batas aman. Dua produk terlibat dalam kasus ini adalah Coldrif Cough Syrup dan Nextro-DS. Coldrif Cough Syrup diproduksi oleh Srisan Pharmaceuticals di Tamil Nadu, sedangkan Nextro-DS berasal dari Himachal Pradesh. Kedua produk ini diduga telah menyebabkan kematian beberapa anak di negara tersebut.
Setelah melakukan pengecekan di database BPOM melalui new-aero.pom.go.id dan cekbpom.go.id, ternyata Coldrif Cough Syrup dan Nextro-DS tidak terdaftar sebagai obat yang sah di Indonesia. Selain itu, produsen sirup obat tersebut juga tidak memiliki kerja sama dengan produsen, importir, atau distributor obat di negara kita.
Sirup obat flu atau cold syrup juga tidak termasuk dalam daftar produk obat yang diperbolehkan untuk diimpor dan diedarkan di Indonesia. Dalam hasil patroli siber yang dilakukan BPOM, tidak ditemukan penjualan atau peredaran sirup obat tersebut di platform e-commerce di dalam negeri.
Untuk mengantisipasi produksi dan peredaran obat substandar, ilegal, palsu, atau mengandung bahan berbahaya, BPOM berkomitmen untuk memperkuat pengawasan pre- dan post-market secara intensif. Hal ini dilakukan agar produk obat yang terdaftar dan beredaran di Indonesia memenuhi standar keamanan, khasiat, dan mutu yang sesuai dengan standar internasional.
Selain itu, BPOM juga meningkatkan intensitas pengawasan berbasis risiko terhadap sarana produksi, distribusi, dan pelayanan kefarmasian. Pengawasan mutu juga diperkuat melalui revitalisasi kerangka sampling berbasis risiko dan pengujian komprehensif terhadap produk sirup obat. Langkah ini mencakup pemeriksaan pemenuhan batas cemaran etilen glikol (EG) dan dietilen glikol (DEG) sesuai dengan Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB), serta pemastian pelaksanaan kualifikasi pemasok bahan tambahan obat, khususnya pelarut yang digunakan dalam pembuatan obat.
BPOM juga mendorong industri farmasi untuk melakukan pemantauan mandiri (self assessment) terhadap pemenuhan persyaratan, termasuk uji cemaran EG/DEG pada bahan baku dan sediaan sirup obat. Industri farmasi juga dihimbau untuk melaporkan kegiatan melalui sistem pelaporan terpadu secara online (Aplikasi e-Was BPOM), termasuk pelaporan pembelian dan penggunaan bahan tambahan pada sirup obat berdasarkan analisis risiko.
Sementara itu, jumlah korban meninggal akibat keracunan sirup obat batuk Coldrif yang terkontaminasi di Madhya Pradesh, India, terus naik. Wakil Ketua Menteri Madhya Pradesh, Rajendra Shukla, mengumumkan bahwa total 20 anak dari negara bagian tersebut telah meninggal dunia saat menjalani perawatan akibat gagal ginjal. Dalam 24 jam terakhir, jumlah kematian bertambah empat anak.
Sebelumnya, pemerintah negara bagian telah mengonfirmasi 16 kematian, namun angka tersebut terus meningkat. Tragedi ini telah memicu kemarahan publik dan respon cepat dari pemerintah India. Sirup Coldrif yang ditemukan mengandung racun berbahaya diproduksi oleh perusahaan yang berbasis di Tamil Nadu.
Kasus ini menjadi peringatan bagi seluruh dunia tentang pentingnya pengawasan ketat terhadap produk obat, terutama yang mengandung bahan berbahaya. BPOM RI tetap komitmen untuk menjaga kesehatan masyarakat melalui pengawasan yang lebih ketat dan kerja sama dengan industri farmasi. Mengingat risiko tinggi yang ditimbulkan oleh obat palsu atau beracun, masyarakat juga diperlukan untuk menjadi lebih selektif dalam memilih produk obat yang aman dan terpercaya.
Melalui kerja sama dan pengawasan yang terus-menerus, diharapkan kasus seperti ini dapat dicegah di masa depan. Kesehatan masyarakat harus menjadi prioritas utama, dan setiap langkah yang dilakukan harus berdasarkan data dan analisis yang akurat agar dapat memberikan dampak positif yang maksimal.
Baca Berita dan Info Kesehatan lainnya di Seputar Kesehatan Page

Saya adalah jurnalis di thecuy.com yang fokus menghadirkan berita terkini, analisis mendalam, dan informasi terpercaya seputar perkembangan dunia finansial, bisnis, teknologi, dan isu-isu terkini yang relevan bagi pembaca Indonesia.
Sebagai jurnalis, saya berkomitmen untuk:
Menyajikan berita yang akurasi dan faktanya terverifikasi.
Menulis dengan bahasa yang mudah dipahami, namun tetap menjaga integritas jurnalistik.
Menghadirkan laporan mendalam yang memberi perspektif baru bagi pembaca.
Di thecuy.com, saya tidak hanya melaporkan berita, tetapi juga berupaya menganalisis tren agar pembaca dapat memahami konteks di balik setiap peristiwa.
📌 Bidang Liputan Utama:
Berita Terbaru & ekonomi, keuangan.
Perkembangan teknologi dan inovasi digital.
Tren bisnis dan investasi.
Misi saya adalah membantu pembaca mendapatkan informasi yang cepat, akurat, dan dapat dipercaya, sehingga mereka bisa membuat keputusan yang lebih cerdas dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia usaha.
📞 Kontak
Untuk kerja sama media atau wawancara, silakan hubungi melalui halaman Kontak thecuy.com atau email langsung ke admin@thecuy.com.