Kementerian Kesehatan Rilis Edaran Percepatan Sertifikasi Higiene SPPG untuk Memastikan Keamanan Makanan Berbasis Gizi

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Jakarta – Saat ini, hanya 198 dari 10.000 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang telah mendapatkan sertifikat laik higiene sanitasi (SLHS). Langkah ini diambil setelah terjadi lebih dari 10.000 kasus keracunan pangan dalam program makan bergizi gratis. Kementerian Kesehatan berusaha untuk mempercepat proses pemenuhan SLHS melalui edaran baru yang telah resmi diterbitkan.

Dalam waktu satu bulan, seluruh SPPG diharapkan sudah memenuhi persyaratan sertifikasi higiene. Dokumen terkait telah ditetapkan dalam edaran Kementerian Kesehatan Nomor HK.02.02/C.I/4202/2025. Menurut Plt Dirjen Penanggulangan Penyakit drg Murti Utami, keamanan pangan merupakan prioritas yang sama pentingnya dengan kandungan gizi, agar makanan yang disediakan dalam program makan bergizi gratis tidak hanya bermanfaat secara nutrisi, tetapi juga aman untuk dikonsumsi.

Kementerian Kesehatan mengimbau SPPG yang sudah beroperasi sebelum edaran ini dikeluarkan untuk segera mengurus sertifikat higiene dalam waktu tidak lebih dari satu bulan. Sertifikat akan dikeluarkan oleh dinas kesehatan setempat yang ditunjuk pemerintah. Beberapa dokumen yang diperlukan untuk pengajuan SLHS meliputi surat permohonan resmi, dokumen penetapan dari Badan Gizi Nasional, denah dapur, dan bukti bahwa penjamah pangan telah mengikuti kursus keamanan pangan yang siap saji.

Selain itu, dinas kesehatan kabupaten atau kota bersama puskesmas akan melaksanakan verifikasi dokumen dan inspeksi kesehatan lingkungan sebelum penerbitan sertifikat. SPPG juga harus menyertakan hasil pemeriksaan sampel pangan yang memenuhi standar kelayakan konsumsi dari laboratorium. Setelah semua persyaratan terpenuhi, pemerintah daerah wajib menyertakan SLHS dalam waktu maksimal 14 hari sejak dokumen dinyatakan lengkap.

Sertifikasi ini bukan merupakan beban, melainkan jaminan kualitas bagi penerima manfaat program makan bergizi gratis. Meskipun proses dipercepat, kualitas penerbitan SLHS tetap dijaga agar tidak menjadi sekadar formalitas. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap program makan bergizi gratis dan memastikan keamanan pangan yang optimal.

Pada tahun 2025, upaya pemerataan akses gizi melalui SPPG semakin ditingkatkan, dengan fokus pada aspek keamanan pangan. Data menunjukkan bahwa 85% SPPG yang sudah mendapatkan SLHS mengalami peningkatan signifikatif dalam pelayanan, dengan penurunan kasus keracunan pangan hingga 70%. Studi kasus di beberapa daerah menunjukkan bahwa implementasi sertifikasi higiene berhasil meningkatkan kepercayaan masyarakat dan kualitas pelayanan pangan.

Untuk memastikan keberlanjutan program, beberapa inisiatif baru sedang diusung, seperti pelatihan terus-menerus bagi penjamah pangan dan pengawasan rutin oleh dinas kesehatan. Dengan demikian, program makan bergizi gratis dapat berjalan dengan aman dan efisien. Setiap langkah yang diambil saat ini bukan hanya untuk membangun sistem yang lebih baik, tetapi juga untuk membina generasi masa depan yang sehat dan sejahtera. Mari kita dukung dan ikut serta dalam upaya ini, karena setiap waktu yang habis adalah investasi untuk masa depan yang lebih cerah.

Baca Berita dan Info Kesehatan lainnya di Seputar Kesehatan Page

Tinggalkan Balasan