Shell & ExxonMobil Menunda Negosiasi Pembelian BBM dari Pertamina

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Shell dan ExxonMobil Indonesia tak melanjutkan diskusi pembelian BBM murni dari Pertamina. Hal ini terungkap setelah pertemuan dengan Badan Usaha swasta penyalur BBM yang diadakan Direktorat Jenderal Migas akhir pekan lalu. Roberth MV Dumatubun, Pj. Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, menuturkan Shell masih memerlukan koordinasi internal dengan kantor pusat untuk memenuhi ketentuan kepatuhan vendor. Sementara ExxonMobil masih melakukan diskusi terkait kebutuhan BBM untuk bulan November, karena stok saat ini masih ausreichend.

Pada sisi lain, SPBU Vivo, APR, dan AKR telah setuju untuk melanjutkan pembahasan teknis terkait pembelian bahan bakar tersebut. APR merupakan perusahaan patungan antara BP dan PT AKR Corporindo. Jika semuanya berjalan lancar, pengiriman kargo base fuel diharapkan dapat dilakukan pada akhir October 2025.

Roberth menambahkan bahwa pembahasan lanjutan meliputi dokumen pernyataan kepatuhan terhadap prinsip Good Corporate Governance, termasuk anti monopoli, anti pencucian uang, dan anti suap. Vivo dan BP sudah menyampaikan kebutuhan komoditas serta memperjelas kesepakatan terkait spesifikasi produk, key terms, dan general terms and conditions. Pertamina akan memberikan spesifikasi produk yang memenuhi persyaratan semua Badan Usaha dan key term, termasuk join surveyor untuk dikonfirmasi oleh BU swasta.

Apabila semua pihak sepakat, akan dilaksanakan proses pengadaan komoditas tersebut. Pengumuman pemenang pengadaan akan disampaikan kepada Badan Usaha swasta dalam rangka penyediaan kargo, harganya, dan jumlah kargo. Tahap selanjutnya meliputi pembahasan aspek komersial dan proses inspeksi bersama dalam pengiriman. Jika berjalan dengan lancar, pengiriman kargo yang disepakati akan dilakukan pada minggu ketiga Oktober. Roberth menekankan bahwa proses ini harus dilakukan dengan kesepakatan tiga BU Swasta tersebut, karena kargo dalam satu pengadaan tidak dapat dipisahkan. Pertamina juga menyampaikan komitmen kolaborasi berdasarkan niat baik untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat sesuai arahan pemerintah.

Sementara itu, data terkini menunjukkan bahwa industri BBM global mengalami fluktuasi yang signifikan. Seperti yang dilaporkan oleh International Energy Agency (IEA), permintaan BBM di Asia Pasifik terus meningkat seiring dengan pertumbuhan ekonomi dan mobilitas. Hal ini menguatkan posisi Pertamina sebagai pemasok strategis dalam memenuhi kebutuhan domestik dan internasional.

Studi kasus pada perusahaan energi lainnya menunjukkan bahwa kolaborasi antara perusahaan swasta dan negara dalam pengadaan BBM dapat meningkatkan efisiensi dan transparansi. Sebuah infografis yang diterbitkan oleh IEA tahun 2025 menunjukan bahwa integrasi teknologi dalam rantai pasokan BBM dapat mengurangi biaya operasional hingga 15%.

Dengan demikian, pelaksanaan kerjasama yang efektif antara Pertamina dan perusahaan swasta dalam pengadaan BBM tidak hanya dapat memastikan ketersediaan bahan bakar tetapi juga mendukung stabilitas harga dan peningkatan daya saing industri energi domestik. Ini merupakan langkah strategis untuk menjaga keberlanjutan industri dan memenuhi kebutuhan masyarakat dengan bijak.

Baca Berita dan Informasi Finance lainnya di Finance Page

Tinggalkan Balasan