Manajemen talenta meningkatkan persaingan di kalangan pegawai Pemkot Tasikmalaya

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Para pejabat yang berpotensi naik tingkat dari Eselon III ke Eselon II di Pemerintah Kota Tasikmalaya sedang giat membangun citra positif mereka. Istilah “pencitraan” digunakan untuk menggambarkan upaya para ASN yang diprediksi akan melamar jabatan tingkat atas.

Para pejabat yang berpeluang promosi sedang meningkatkan kemampuan dan wawasan mereka sesuai dengan jabatan yang ditargetkan. Langkah ini dilakukan untuk memenuhi berbagai kriteria yang harus dipenuhi, terutama bagi mereka yang berharap menduduki posisi kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Persaingan memang ketat karena hanya tiga calon terbaik yang akan masuk dalam peringkat teratas. Selain itu, dengan sistem manajemen talenta yang berlaku, ASN dari luar Pemkot juga berpeluang besar untuk mengisi posisi strategis tersebut.

Salam satu nama yang ramai diperbincangkan adalah pejabat yang saat ini bertugas di Bappelitbangda Kota Tasikmalaya. Pejabat tersebut sebelumnya menjabat sebagai Kepala Diskominfo di Pemkab Ciamis dan terakhir sebagai Staf Ahli Bidang Perekonomian dan Pembangunan di kabupaten yang sama.

Di kota Tasikmalaya sendiri, saat ini masih ada tujuh jabatan kepala OPD yang belum terisi, meliputi Kepala Inspektorat, Kepala Diskominfo, Kepala Satpol PP, Kepala DLH, Kepala Dinas KUMKM Perindag, Sekretaris DPRD, dan Kepala Dinas Kesehatan.

Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan, konfirmasi bahwa proses pengisian jabatan tersebut sedang berlangsung sesuai dengan ketentuan dari Badan Kepegawaian Negara (BKN). “Proses pengisian delapan jabatan kepala OPD kosong sedang berjalan. Kita berharap segera terisi dan mengikuti aturan BKN,” katanya kepada Radar, Kamis (2/10/2025).

Menurut Viman, dengan penerapan sistem manajemen talenta, ASN dari luar Pemkot memang memiliki kesempatan untuk mengisi posisi tersebut. “Karena sudah menerapkan manajemen talenta, kita akan mempertimbangkan kemesuaian karier ASN,” terangnya.

Mengenai kabar pejabat dari Ciamis yang akan menduduki salah satu posisi kepala OPD, Viman mengaku belum dapat membenarkan berita tersebut. Namun, ia menganggap wajar jika ada ASN luar daerah yang tertarik.

Data riset terbaru menunjukkan bahwa implementasi sistem manajemen talenta dalam seleksi jabatan pemerintahan meningkatkan transparansi dan profesionalisme. Studikasus di beberapa kota menunjukkan bahwa pelibatan ASN luar daerah sering kali membawa inovasi dan pendekatan baru dalam penyelenggaraan pemerintahan.

Analisis unik dan simplifikasi: Proses seleksi jabatan pemerintahan bukan hanya tentang kemampuan teknis, tetapi juga tentang kemampuan memimpin dan mengelola tim. Para pejabat yang berpotensi harus tidak hanya fokus pada pencitraan diri, tetapi juga pada pengalaman dan prestasi yang bisa mereka berikan bagi masyarakat.

Kesimpulan: Dunia pemerintahan menuntut ketelitian dan dedikasi. Setiap langkah yang dilakukan para pejabat dalam menduduki posisi baru harus selalu sesuai dengan visi dan misi yang ditetapkan. Persaingan sehat dalam pencarian jabatan harus didukung dengan ketidaksamaan kesempatan bagi semua calon, termasuk mereka yang berasal dari luar daerah.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan