Massa Buruh Ungkap Kesal Terhadap Kerusuhan dalam Pertemuan dengan Puan di Senayan

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Dalam beberapa hari terakhir, para pemimpin dari organisasi buruh melakukan aksi di hadapan Gedung DPR RI di Senayan, Jakarta. Kehadiran mereka bertujuan untuk menyampaikan lima permintaan penting kepada pemerintah. Dikutip dari keterangan Presiden KSPSI, Andi Gani Nena Wea, sekitar 10.000 buruh turut serta dalam aksi ini. Informasi tentang penyelenggaraan aksi besar ini hanya disebarkan dalam lingkup internal dua konfederasi buruh untuk mencegah penyusupan pihak tidak bertanggung jawab.

Keenam tuntutan yang disampaikan meliputi dukungan pada upaya Polri dalam menegakkan hukum, pendorongan pengesahan RUU Ketenagakerjaan, penolakan terhadap kebijakan upah murah, penghapusan sistem outsourcing, serta penegakan supremasi sipil. Andi Gani juga mendukung Polri agar tetap profesional, transparan, dan peka terhadap aspirasi masyarakat. Ia menegaskan bahwa reformasi kepolisian harus bebas dari campur tangan kepentingan tertentu.

Presiden KSPI, Said Iqbal, menambahkan bahwa organisasi tersebut mendukung pemerintah Prabowo Subianto dalam melaksanakan program-program yang berpihak kepada rakyat Indonesia. Dia juga menyatakan bahwa pimpinan DPR akan menerima delegasi buruh dalam aksi tersebut.

Puan Maharani, Ketua DPR RI, menerima perwakilan massa buruh yang hadir di depan gedung DPR. Dalam pertemuan yang berlangsung di Ruang Abdul Muis, Puan disertai anggota DPR Fraksi PDI Perjuangan. Dalam kesempatan itu, Andi Gani menyampaikan aspirasi buruh dan mengungkap khawatir regarding insiden kerusuhan yang terjadi sebelumnya. Ia menekankan pentingnya DPR sebagai rumah rakyat yang tidak gentar terhadap intimidasi.

Menanggapi aspirasi buruh, Puan menyampaikan bahwa DPR akan mempertimbangkan semua input yang disampaikan. Namun, ia juga menyoroti pentingnya agar semua tindakan tetap berorientasi pada kerukunan dan tidak merugikan masyarakat. Puan juga menekankan bahwa pembangunan bangsa harus dilakukan secara gotong-royong, bukan hanya oleh pihak tertentu. Ia berkomitmen untuk mengusung regulasi UU Ketenagakerjaan yang komprehensif, adil, dan adaptif, sambil mempertimbangkan keputusan-kputusan yang sedang diambil oleh Mahkamah Konstitusi.

Jika Anda merasa terganggu dengan kondisi sosial saat ini, ingatlah bahwa setiap perubahan memerlukan waktu dan kerja keras bersama. Bersama-sama, kita dapat membangun masyarakat yang lebih adil dan harmonis, dengan mendorong dialog yang konstruktif dan tindakan yang bertanggung jawab.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan