Berita Internasional Terhangat Hari Ini yang Banyak Dibaca

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Pemimpin Suriah, Presiden Ahmed al-Sharaa, mengungkapkan bahwa negosiasi dengan Israel telah mencapai titik dimana kesepakatan bisa segera ditandatangani, mirip dengan perjanjian yang disepakati tahun 1974. Namun, ia menegaskan bahwa kesepakatan ini tidak melibatkan normalisasi hubungan dengan Tel Aviv, meskipun dipersiapkan dengan mediasi Amerika Serikat.

Menurut laporan Al Arabiya, al-Sharaa mengungkapkan dalam wawancara dengan harian Turki Milliyet, yang disiarkan Televisi Suriah pada Jumat (19/9/2025), bahwa Suriah sudah memahami cara berperang tetapi kini lebih memilih jalan damai. Ia juga mengkritik kerusuhan di Sweida sebagai “jebakan” yang muncul ketika negosiasi dengan Israel hampir selesai.

Portugal telah memutuskan untuk mengakui Negara Palestina, ikut serta bersama Australia, Kanada, Prancis, dan beberapa negara lainnya. Kementerian Luar Negeri Portugal menyatakan bahwa pengakuan tersebut akan diresmikan Minggu depan, hari sebelum konferensi kenegaraan Palestina di Majelis Umum PBB. Mereka menyatakan komitmen untuk mendukung kepentingan Palestina dalam upaya pencapaian perdamaian di wilayah tersebut.

Badan Pertahanan Sipil Gaza melaporkan bahwa sekitar 450.000 warga Palestina telah mengungsi dari Kota Gaza sejak operasional militer Israel dimulai di wilayah tersebut bulan Agustus. Mohamed al-Mughayir, pejabat dari badan tersebut, menyampaikan angka ini kepada AFP pada Sabtu (20/9/2025). Militer Israel juga memprediksi bahwa sekitar 480.000 orang telah meninggalkan Kota Gaza akibat serangan yang semakin intensif.

Rusia melancarkan serangan besar-besaran ke Ukraina dengan 580 drone dan 40 rudal, salah satu serangan terbesar dalam beberapa pekan terakhir. Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, mengungkapkan bahwa serangan tersebut menewaskan tiga orang dan melukai ratusan lainnya. Ia juga menuding Rusia sengaja menghambat upaya perdamaian yang dipimpin Amerika Serikat.

Presiden Donald Trump menegaskan telah memecat seorang jaksa federal yang menghadapi tekanan terkait investigasi terhadap dua musuh politiknya. Erik Siebert, jaksa penuntut di Distrik Timur Virginia, mengumumkan pengunduran dirinya lewat email pada Jumat (19/9/2025). Media Amerika Serikat melaporkan bahwa Siebert dihadapkan pada tekanan untuk menuntut dua tokoh oposisi Trump, termasuk mantan direktur FBI James Comey dan Jaksa Agung New York, Letitia James.

Suriah, yang ledak-ledak dalam sejarahnya, kini berusaha untuk menemukan solusi damai dengan Israel. Meski negosiasi hampir selesai, al-Sharaa klaim bahwa ini bukan tentang normalisasi hubungan, tetapi tentang menghindari konflik lebih lanjut. Portugal menciptakan kejutan dengan mengakui Palestina, menunjukkan dukungan semakin kuat untuk kedaulatan Palestina. Kondisi di Gaza semakin kritis dengan ratusan ribu warga terpaksa mengungsi. Sementara itu, Rusia terus menguatkan serangan terhadap Ukraina, menimbulkan korban jiwa dan kerusakan parah. Di AS, Trump menunjukkan kekuasaan politiknya dengan mengacaukan sistem keadilan. Dunia terus berubah, dengan berbagai negara mengambil langkah berani dalam upaya mencari perdamaian atau menegakkan kekuasaan. Masa depan tidak pasti, tetapi satu hal pasti: setiap langkah yang diambil sekarang akan mempengaruhi dunia besok.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan