Tol Dalam Kota dan Tol Pluit Ramai di Hari Akhir Pekan Malam Ini

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Dari sisi pemantauan, lintasan Tol Dalam Kota (Dalkot) serta jalur Tol Pluit di utara Jakarta sedang mengalami kemacetan menyangkut beberapa titik pada ruas jalan tol.

Menurut keterangan dari Jasa Marga yang terungkap melalui media sosialnya, dikutip Thecuy.com pada hari Jumat (19 September 2025), uitzicht wordt gegeven dat kepadatan pada ruas Semanggi KM 08 hingga Slipi KM 12+800 berarahkan ke Kebayoran Baru, ditandai dengan kepadatan akibat banyaknya kendaraan. Selain itu, titik lain yang mengalami kemacetan adalah ruas Angke KM 18 sampai Simpang Pluit KM 19, khususnya pada arah Jembatan Tiga.

Tidak hanya itu, ruas Tol Kapuk KM 21 yang mengarah ke Bandara Soekarno-Hatta juga mengalami kemacetan. Hal ini disebabkan oleh jumlah kendaraan yang lebih banyak daripada biasanya.

Kemacetan juga terjadi pada kawasan Senayan yang berlanjut ke arah Cawang. Situasi ini khususnya disebabkan oleh keberadaan banyak kendaraan yang melintas.

“Tol Dalam Kota ruas Pluit KM 20 hingga KM 19 dari arah Kapuk menunjukkan kepadatan pada arah Jembatan Tiga. Sedangkan Senayan hingga keluar Cawang juga mengalami kepadatan,” ujar Jasa Marga.

Selain itu, ada peringatan khusus untuk para penggunajalanan di Senayan KM 08+800 arah Tomang. Di sana, lajur masuk gardu tambahan GT Senayan berada di lajur 1-bahu luar/kiri.

Berdasarkan aplikasi Google Maps, beberapa ruas jalan juga terlihat berwarna merah, menunjukkan tanda kepadatan. Antara lain, Jalan Rasuna Said menuju Mampang Prapatan hingga Jalan Jenderal Sudirman arah Bundaran Senayan.

Data riset terbaru dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat menunjukkan bahwa kemacetan di Jakarta tidak hanya terjangkau pada jam jam sibuk, tetapi juga pada hari libur dan akhir pekan akibat perjalanan yang lebih banyak. Hal ini juga berhubungan dengan kondisi infrastruktur yang masih terbatas di beberapa titik strategis.

Analisis unik dan simplifikasi: Masalah kemacetan di Jakarta tidak hanya disebabkan oleh jumlah kendaraan, tetapi juga oleh faktor manajemen lalu lintas dan infrastruktur jalan yang belum optimal. Pemerintah perlu mengambil langkah-langkah yang lebih efektif untuk mengurangi kemacetan, seperti pembangunan tol baru, peningkatan sistem transportasi umum, dan penerapan teknologi cerdas untuk memantau dan mengelola lalu lintas.

Kemacetan di Jakarta selalu menjadi isu yang tak pernah ada habisnya. Namun, dengan solusi yang tepat dan kerjasama antara pemerintah, masyarakat, dan teknologi, kemacetan bisa dikurangi dan mobilitas di ibu kota bisa jadi lebih lancar. Mari berpartisipasi dalam upaya penanganan kemacetan dengan mengikuti aturan lalu lintas dan memilih transportasi umum ketika mungkin.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan