Perubahan Kepadatan Lalu Lintas Tol ke Jakarta: Rute Cililitan-Cawang dan Kembangan-Kedoya

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Lalu lintas di beberapa ruas jalan tol menuju Jakarta mengalami kemacetan padat hari ini. Kondisi ini disebabkan oleh peningkatan jumlah kendaraan yang melaju di jalur tersebut.

Beberapa titik yang mengalami kepadatan antara lain Terletak di tol Janger, Jagorawi, dan tol JORR. Salah satunya adalah di tol Jagorawi menuju Jakarta, tepatnya di ruas Cililitan – Cawang.

“Di tol Jagorawi sektor Cililitan – Cawang terjadi kemacetan, disebabkan oleh volume lalu lintas yang tinggi,” ungkap Jasa Marga melalui akun resmi mereka di X, Kamis (18/9/2025).

Selain itu, Jasa Marga juga memberitahu mengenai adanya pekerjaan perbaikan jalan di lajur 1-2 pada tanggal 16-20 September di tol Gunung Putri Km 24+730 menuju Jakarta. Saat ini, lalu lintas di ruas Citeureup KM 26 – Gunung Putri KM 24+730 juga mengalami kemacetan akibat pekerjaan perbaikan tersebut.

Di ruas tol Janger juga terjadi kemacetan menuju Jakarta. Salah satu titik kepadatan adalah di Kembangan menuju Kedoya karena banyaknya kendaraan.

“Di tol Janger, ruas Kunciran KM 16 – KM 14 menuju Tomang mengalami kepadatan karena lalu lintas masuk dan keluar dari Rest Area. Ruas Kunciran KM 13 – Karang Tengah KM 09 juga padat karena volume lalu lintas tinggi. Sementara di Kembangan KM 08 – Kedoya KM 04 juga padat karena kondisi yang sama,” sambung Jasa Marga.

Lalu lintas di tol Japek juga mengalami kemacetan hari ini di ruas Halim menuju Cawang. Sementara di arah Cikarang juga mengalami kemacetan akibat banyaknya kendaraan.

“Di Bekasi Timur KM 18 menuju Cikampek padat karena volume lalu lintas tinggi. Sedangkan di ruas Halim – Cawang juga mengalami kemacetan, disebabkan oleh banyaknya kendaraan,” jelasnya.

Kemacetan juga terjadi di tol Dalam Kota, tepatnya di ruas Cawang Km 00 menuju Tebet Km 01 akibat peningkatan jumlah kendaraan.

Kemacetan di jalan tol seringkali terjadi pada jam-jam sibuk, terutama di daerah metropolitan seperti Jakarta. Berbagai faktor seperti perbaikan jalan, kesalahan pembacaan rambu, dan peristiwa luar biasa bisa memperburuk kondisi lalu lintas. Pemerintah dan operator tol terus berupaya untuk mengelola lalu lintas agar kondisi lebih terkontrol. Penduduk dijasman untuk memantau kondisi lalu lintas sebelum berangkat agar bisa mengantisipasi kemungkinan kemacetan dan mempersiapkan waktu tambahan dalam perjalanan.

Kemacetan bukan hanya mengganggu waktu, tetapi juga dapat meningkatkan polusi udara dan stres bagi pengemudi. Hal ini mengingatkan pada pentingnya pengelolaan lalu lintas yang lebih baik serta dukungan infrastruktur yang memadai. Dengan cara ini, perjalanan bisa menjadi lebih lancar dan nyaman bagi semua pengguna jalan.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan