Talk show yang populer di Amerika Serikat, Jimmy Kimmel Live, dihentikan penyiarannya secara permanen setelah ucapan hostnya, Jimmy Kimmel, menuai kritik karena komentar tentang pembunuhan Charlie Kirk, seorang pengaruh pro-Presiden Donald Trump. Trump merespon dengan positif terhadap keputusan ini, menyebutnya sebagai “kabar baik bagi Amerika.”
ABC, jaringan televisi yang menayangkan acara tersebut, mengkonfirmasi penghentian siarannya tanpa batas waktu. Istilah tersebut biasa digunakan di industri televisi untuk mengindikasikan pengunduran atau penghapusan acara dari jadwal.
Trump menyambut berita tersebut dengan tweet pada Rabu (17/9/2025), mengatakan, “Kabar baik bagi Amerika: Jimmy Kimmel Show yang ratingnya dipertanyakan telah dibatalkan.” Kimmel telah dikenal karena kritiknya yang tajam terhadap Trump sepanjang waktu.
Pendeklarasian ABC ini datang setelah Kimmel membahas kematian Kirk, yang tewas ditembak selama pidato di kampus universitas di Utah. Pelaku, Tyler Robinson (22), menembak Kirk dari atap gedung dengan menggunakan senapan, mengenai bagian leher korban. Robinson sekarang ditahan dan didakwakan atas pembunuhan tersebut.
Dalam monolog acara Senin (15/9/2025), Kimmel mengkritik kesulitan yang dihadapi dalam menentukan motivas pelaku penembakan. “Kita mencapai titik terendah baru akhir peekan ini, dengan kelompok MAGA berusaha menggambarkan pelaku sebagai bukan bagian dari mereka, dan berupaya untuk mendapatkan poin politik dari situasi ini,” katanya.
Kimmel juga memperleleh perintah resmi Trump untuk mengibarkan bendera setengah tiang sebagai tanda duka atas Kirk. “Ini bukan cara seorang dewasa untuk berduka atas kematian seseorang yang dia sebut teman. Malah ini lebih mirip dengan reaksi anak berusia empat tahun atas kehilangan ikan hiasnya,” sindirnya.
Trump membalas dengan menyebut Kimmel “tidak berbakat” dan mengkritik rating acara Kimmel yang menurun. “Selamat kepada ABC karena akhirnya berani melakukan hal yang seharusnya dilakukan. Kimmel sama sekali tidak berbakat, bahkan lebih buruk dari Colbert, jika memang mungkin,” ujar Trump, merujuk pada Stephen Colbert, host talk show The Late Show di CBS.
Beberapa waktu lalu, talk show Colbert juga dihentikan penyiarannya, dengan CBS mengutip alasan finansial. Namun, banyak yang berpendapat bahwa keputusan tersebut terkait dengan perubahan arah editorial saat masa jabatan kedua Trump, terutama setelah Paramount, induk perusahaan CBS, mencapai penyelesaian dengan Trump.
Setelah pernyataan Kimmel yang kontroversial, ABC memutuskan untuk menghentikan siaran Jimmy Kimmel Live, menimbulkan spekulasi tentang pengaruh politik terhadap keputusan tersebut. Trump, yang sering menjadi sasaran ejekan Kimmel, tampaknya merasa puas dengan keputusan ini, menganggapnya sebagai kemenangan bagi dirinya sendiri.
Pada saat yang sama, penarikan dari udara Jimmy Kimmel Live juga memunculkan pertanyaan tentang kebebasan berekspresi di televisi Amerika, terutama dalam konteks politik yang sensitif. Kritik Kimmel terhadap Trump dan reaksi Trump terhadapnya hanya memperkuat perbedaan pendapat yang sudah ada antara kedua belah pihak.
Pembatalan acara ini juga mengingatkan masyarakat tentang dampak diskusi politik yang panas di Amerika, termasuk pada dunia hiburan. Meskipun alasan resmi penghentian siaran adalah kinerja rating yang menurun, banyak yang membaca keputusan ini sebagai tanda perubahan dalam industri televisi saat ini.
Untuk Trump, ini mungkin menjadi bukti lebih jauh bahwa dukungan terhadapnya semakin kuat, bahkan di dunia hiburan. Sementara bagi Kimmel dan pendukungnya, hal ini dapat dilihat sebagai serangan terhadap kebebasan berekspresi. Yang jelas, diskusi tentang peran politik dalam industri hiburan akan terus menjadi topik hangat di masa depan.
Dalam situasi seperti ini, penting untuk melihat lebih dari sekadar pernyataan dan reaksi. Trending ini menunjukkan betapa kompleksitas interaksi antara dunia politik dan hiburan, serta dampaknya pada masyarakat Amerika. Setiap pihak akan memiliki pendapat mereka sendiri, tetapi yang pasti, pengaruh Trump pada industri televisi terus mencetak sejarah.
Mengakhiri protes dan kontroversi yang berlarut-larut, Jimmy Kimmel Live akhirnya terpaksa menyudahi perjalanannya. Apa yang terlihat sebagai keputusan bisnis bisa jadi memiliki implikasinya yang lebih dalam. Siapa tahu, kemungkinan besar ini hanya awal dari perubahan lebih besar di dunia hiburan Amerika Serikat.
Baca juga Berita lainnya di News Page

Saya adalah jurnalis di thecuy.com yang fokus menghadirkan berita terkini, analisis mendalam, dan informasi terpercaya seputar perkembangan dunia finansial, bisnis, teknologi, dan isu-isu terkini yang relevan bagi pembaca Indonesia.
Sebagai jurnalis, saya berkomitmen untuk:
Menyajikan berita yang akurasi dan faktanya terverifikasi.
Menulis dengan bahasa yang mudah dipahami, namun tetap menjaga integritas jurnalistik.
Menghadirkan laporan mendalam yang memberi perspektif baru bagi pembaca.
Di thecuy.com, saya tidak hanya melaporkan berita, tetapi juga berupaya menganalisis tren agar pembaca dapat memahami konteks di balik setiap peristiwa.
📌 Bidang Liputan Utama:
Berita Terbaru & ekonomi, keuangan.
Perkembangan teknologi dan inovasi digital.
Tren bisnis dan investasi.
Misi saya adalah membantu pembaca mendapatkan informasi yang cepat, akurat, dan dapat dipercaya, sehingga mereka bisa membuat keputusan yang lebih cerdas dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia usaha.
📞 Kontak
Untuk kerja sama media atau wawancara, silakan hubungi melalui halaman Kontak thecuy.com atau email langsung ke admin@thecuy.com.