Laki-Laki Puber Ketiga, Penanda dan Waktu Terjadinya

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Pubertas merupakan proses alami yang memungkinkan tubuh berubah menjadi dewasa secara fisik. Selama periode ini, organ dan sistem tubuh mengalami perkembangan penuh, memungkinkan kemampuan reproduksi. Selain perubahan tubuh, terjadi pula perkembangan mental dan emosional.

Walaupun tubuh sudah terlihat dewasa, otak masih terus berkembang hingga usia 20-an. Menurut Cleveland Clinic, proses pubertas dimulai ketika hipotalamus, bagian otak yang berperan penting, memproduksi hormon gonadotropin-releasing hormone (GnRH).

Hormon ini kemudian diarahkan ke kelenjar pituitari, yang merespons dengan melepaskan hormon luteinizing hormone (LH) dan follicle-stimulating hormone (FSH). Kemudian, hormon-hormon ini mencapai organ reproduksi—ovarium atau testis—dan memicu pelepasan hormon estrogen atau testosteron. Hormon-hormon tersebut bertanggung jawab atas perubahan fisik yang terjadi selama pubertas.

Proses pubertas pada laki-laki biasanya dimulai antara usia 9 hingga 14 tahun, dengan rata-rata dua tahun lebih lambat daripada perempuan. Anak laki-laki dengan latar belakang kulit hitam atau Hispanik mengalami pubertas lebih awal dibandingkan anak kulit putih.

James M Tanner, seorang ekspert perkembangan anak, merupakan orang pertama yang mengidentifikasi tahapan-tahapan perubahannya. Sistem yang diciptakannya, dikenal sebagai Tahapan Tanner atau sexual maturity ratings (SMRs), menjadi panduan umum untuk perkembangan fisik, walaupun setiap individu memiliki jadwal perkembangannya sendiri.

Tahapan Tanner meliputi perubahan pada alat kelamin dan rambut kemaluan, serta berbagai perubahannya. Bebas dari aturan mutlak, tahap ini hanya sebagai referensi. Ada lima tahap yang dapat diamati.

Tahap pertama adalah pra-pubertas, ketika belum ada perubahan fisik yang terlihat, tetapi kelenjar adrenal mulai matang. Tahap kedua dimulai dengan munculnya perubahan fisik, biasanya pada usia 9-14 tahun. Tahap ketiga terjadi pada usia 10-16 tahun, dan ditandai dengan:

  • Pertumbuhan penis dan testis yang lebih jelas, kemungkinan experiencing mimpi basah.
  • Rambut kemaluan menjadi lebih gelap, tebal, dan berbentuk segitiga.
  • Pertambahan tinggi badan menjadi lebih cepat, sekitar 7-8 cm per tahun.
  • Peningkatan keringat dan bau badan.
  • Perubahan suara yang terdengar pecah.
  • Massa otot menjadi lebih besar.

Seperti halnya perempuan, sekitar 50 persen laki-laki mengalami pembesaran payudara sementara (ginekomastia), yang biasanya hilang sendiri. Konsultasi medis disarankan jika menyebabkan masalah.

Setelah tahap ketiga, proses berlanjut ke tahap empat, dimana perubahan fisik semakin jelas. Tahap terakhir, yaitu tahap lima, menandai akhir pubertas dengan pertumbuhan dan perkembangan tubuh sudah selesai, termasuk tumbuhnya kumis, jenggot, dan rambut kemaluan.

Saat memasuki remaja, tubuh mengalami berbagai perubahan yang tidak hanya berdampak fisik, tetapi juga emosi dan sosial. Meskipun setiap individu berbeda, pemahaman tentang tahapan ini dapat membantu orang tua memantau perkembangan anak dengan lebih cermat. Perubahan seperti ini adalah tahap normal, tetapi observasi dan dukungan tetap penting untuk memastikan anak merasa nyaman dan didukung.

Pubertas adalah bagian penting dari pertumbuhan manusia, dan memahaminya membantu kita merayakan transformasi kehidupan dengan lebih baik.

Baca Berita dan Info Kesehatan lainnya di Seputar Kesehatan Page

Tinggalkan Balasan