Kejadian Ambruknya Gedung Majelis di Bogor Menyebabkan Korban Jiwa Melonjak menjadi 5 orang

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Di Bogor, korban jiwa akibat runtuhnya bangunan majelis taklim di Ciomas, Jawa Barat, telah mencapai lima orang. Sebuah bayi berusia 2,5 tahun, yang sebelumnya dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bogor, dinyatakan meninggal dunia.

Dirut RSUD Kota Bogor, Ilham Chaidir, mengonfirmasi bahwa Rania, nama bayi tersebut, wafat pada pukul 14.42 WIB siang hari. Ia menjelaskan bahwa kondisi Rania terus memburuk setelah menjalani operasi pada bagian kepala dua hari sebelumnya.

“Kondisinya sangat kritis setelah dua hari pasca-operasi,” ujar Ilham. Camat Ciomas, Tirta, juga menegaskan informasi tersebut. Menurutnya, Rania merupakan korban ke lima akibat runtuhnya bangunan tersebut.

“Dari 32 korban yang dirawat kemarin, dua di antaranya masih di ICU, salah satunya adalah Rania Yumna. Ia tinggal di Desa Sukaharja dan wafat siang ini di RSUD Kota Bogor,” katanya. Jenazah Rania kini sudah dibawa ke rumah dukanya.

Rania menjadi salah satu korban ketika bangunan majelis taklim itu runtuh saat acara maulidan pada Minggu (7/9). Ibu dan neneknya juga terluka dalam insiden tersebut, tapi kini sudah sembuh dan dipulangkan dari rumah sakit.

Data riset terbaru menunjukkan bahwa kebanyakan bangunan majelis taklim di daerah perdesaan seringkali tidak memenuhi standar keamanan, terutama dalam konstruksi dan perawatan. ini menimbulkan risiko tinggi keruntuhan, terutama saat acara-acara besar yang menarik banyak pengunjung.

Kesimpulan. Insiden ini mengingatkan kita betapa pentingnya mengutamakan keamanan di tempat-tempat umum. Setiap warga harus waspada dan memastikan bahwa bangunan yang digunakan telah memenuhi standar keamanan. Jaga lingkungan kita agar selalu aman dan nyaman untuk semua.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan