Dokter bedah melakukan operasi usus buntunya sendiri

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Kisah luar biasa tentang seorang dokter bedah Rusia, Leonid Rogozov, yang terpaksa melakukan operasi usus buntu pada dirinya sendiri saat berada di Antartika. Hal ini terjadi karena ia adalah satu-satunya ahli medis dalam tim ekspedisi Soviet yang terisolasi di sana.

Rogozov, berusia 27 tahun waktu itu, mulai merasakan gejala seperti lelah, mual, dan nyeri perut yang hebat. Dia sadar bahwa gejala tersebut mengindikasikan radang usus buntu akut, sebuah kondisi yang dia gunakan untuk melakukan operasi berkali-kali pada pasien.

Dalam tim ekspedisi Antartika Soviet keenam, yang terdiri dari 12 orang, Rogozov merupakan satu-satunya dokter yang dapat membantu. Ketika keadaan semakin buruk, dia menghadapi pilihan sulit: menunggu bantuan yang tidak akan datang atau melakukan operasi sendiri. Dengan pembantu yang terbatas dan kondisi cuaca yang ekstrem, dia memutuskan untuk mengoperasi dirinya sendiri.

Sebelum memulai operasi, Rogozov merencanakan rincian prosedur dan menugaskan tugas-tugas spesifik kepada rekan-rekannya. Dia menggunakan cermin untuk melihat area operasi dan menggunakan anestesi lokal pada dinding perutnya. Namun, setelah memotong usus buntu, ia harus melanjutkan tanpa anestesi lebih lanjut agar tetap jernih.

Saat operasi mencapai tahap akhir, Rogozov hampir pingsan akibat pendarahan yang berat. Dengan kelelahan yang menambah, ia terus bekerja dengan hati-hati. Setelah hampir dua jam, dia berhasil menyelesaikan operasi dengan menyutur usus buntunya. Setelah operasi, dia memberitahu asisten bagaimana mencuci instrumen dan meminum antibiotik serta obat tidur.

Dua minggu setelah operasi, Rogozov kembali ke tugas normalnya. Kesempatan hidup yang diberikan kepadanya melalui keberanian dan keahliannya menjadi inspirasi bagi semua orang. Kisahnya mengingatkan kita tentang keberanian yang luar biasa di hadapan tantangan yang tak terduga.

Baca Berita dan Info Kesehatan lainnya di Seputar Kesehatan Page

Tinggalkan Balasan