OJK Ungkap Alasan Penurunan Tabungan Masyarakat di Bawah Rp100 Juta

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

OJK mengungkapkan perhatian terhadap penurunan laju pertumbuhan tabungan masyarakat berjumlah kurang dari Rp 100 juta. Menurut data LPS, pada Juli 2025, pertumbuhan tersebut hanya mencapai 4,76%, menurun dari 4,89% bulan sebelumnya.

Dian Ediana Rae, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, menyatakan bahwa mereka terus memantau penurunan tabungan individu berjumlah kurang dari Rp 100 juta. Tren serupa juga diamati pada tabungan berjumlah kurang dari Rp 1 juta.

Dalam keterangannya, Dian menjelaskan bahwa penurunan tersebut dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk pergerakan pendapatan masyarakat, pola konsumsi, dampak kebijakan sosial, dan minat investasi. Namun, meskipun demikian, pada Juli 2025, tabungan individu berjumlah kurang dari Rp 100 juta masih menunjukkan kenaikan bulanan sebesar 0,67% dan tahunan sebesar 5,54%.

Tabungan individu berjumlah kurang dari Rp 10 juta masih mengalami kontraksi, sebagian karena siklus konsumsi yang bertambah pada awal tahun ajaran baru. Dian mendorong bank untuk memperkuat likuiditas dan menawarkan produk investasi yang lebih menarik bagi masyarakat.

Selain itu, bank juga diharapkan untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya manajemen keuangan yang seimbang, termasuk pengelolaan penghasilan dan pengeluaran, serta pentingnya tabungan untuk menghadapi kebutuhan mendesak.

Data LPS menunjukkan bahwa pertumbuhan tabungan berjumlah kurang dari Rp 100 juta mulai menunjukkan peningkatan setelah sebelumnya melambat. Pada April 2025, pertumbuhan tercatat sebesar 4,29%, turun pada Mei menjadi 3,75%, meningkat pada Juni menjadi 4,89%, sebelum kembali melambat pada Juli 2025 menjadi 4,76%.

Dari Juli 2016 hingga Juli 2019, pertumbuhan tabungan berjumlah kurang dari Rp 100 juta mencapai 26,3%. Namun, pada periode Juli 2021 hingga Juli 2024, pertumbuhannya hanya 11,9%. Pertumbuhan tabungan berjumlah Rp 100 juta hingga Rp 200 juta juga melambat. Pada Juli 2016 hingga Juli 2019, pertumbuhan mencapai 29,4%, sementara pada Juli 2021 hingga Juli 2024 hanya 13,3%.

Sementara itu, tabungan berjumlah lebih dari Rp 5 miliar justru menunjukkan kenaikan. Pada periode 2016-2019, pertumbuhan mencapai 29,7%, dan pada Juli 2021-Juli 2024 naik lebih tinggi sebesar 33,9%.

Pengelolaan keuangan yang bijak adalah kunci untuk mencapai keamanan finansial. Dengan mengedukasi masyarakat tentang pentingnya tabungan dan investasi yang cerdas, kita dapat membangun masa depan yang lebih stabil.

Baca Berita dan Informasi Finance lainnya di Finance Page

Tinggalkan Balasan