Kapal Nelayan Terjebak 16 Jam di Laut Cibalong Garut Karena Kehabisan Bensin

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Kapal nelayan yang hilang selama 16 jam di perairan Rancaherang, Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut, akhirnya dapat ditemukan pada 9 September 2025, dengan seluruh awak selamat. Insiden ini dimulai pada hari sebelumnya, ketika mesin kapal bernama Junior berhenti berfungsi karena bahan bakar habis, meninggalkan empat awak di tengah laut.

Istri salah satu awak, Rani, lapor kepada pihak berwenang setelah menerima kabar dari suaminya tentang masalah yang dihadapi. Suami Rani, yang sedang bekerja di kapal, telah memberi tahu bahwa bahan bakar sudah habis. Setelah beberapa waktu tidak bisa dihubungi, Rani mengajukan laporan kepada Satpolairud Polres Garut, dipimpin oleh Iptu Aep Saprudin.

Tim penyelamatan segera bergerak untuk mencari kapal nelayan yang hilang. Pencarian melibatkan nelayan setempat, namun upaya tersebut ditangguhkan sementara karena cuaca semakin buruk. Pada pagi harinya, kapal ditemukan di perairan Cicadas, Kecamatan Cikelet, sekitar tiga mil dari pantai. Keempat awak, yakni Dendi (36), Imam (27), Gaer (56), dan Asep (36), selamat meskipun menghadapi gelombang setinggi 3-4 meter dan hujan deras.

Iptu Aep Saprudin menyampaikan puji atas kerjasama dan gotong-royong yang memungkinkan kapal dan awak ditemukan selamat. Insiden ini menjadi pelajaran bagi nelayan untuk lebih hati-hati saat berlayar, terutama dalam kondisi cuaca yang tidak stabil. Aep juga menegaskan pentingnya memeriksa kelengkapan dan kesiapan kapal sebelum berlayar untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.

Dengan meningkatnya frekuensi cuaca ekstrem, nelayan di wilayah tersebut harus lebih banyak mempersiapkan diri. Studi menunjukkan bahwa 70% insiden kecelakaan nelayan terjadi akibat kurangnya persiapan teknis atau cuaca buruk. Nelayan saat ini dapat memanfaatkan teknologi seperti aplikasi cuaca real-time dan peralatan navigasi canggih untuk meningkatkan keselamatan di laut.

Studi kasus di daerah lain menunjukkan bahwa pelatihan regarding emergency procedures dan pemeriksaan rutin mesin dapat mengurangi risiko kecelakaan hingga 40%. Nelayan di Garut juga dapat mengikuti program ini untuk memastikan keselamatan di perairan.

Kesediaan untuk bekerja sama dan sikap waspada adalah kunci utama dalam menghadapi tantangan di laut. Dengan meningkatkan kesadaran akan risiko dan persiapan yang baik, para nelayan dapat melanjutkan pekerjaan mereka dengan lebih aman.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan