JPO Senen mengalami kerusakan parah akibat kericuhan yang terjadi selama demonstrasi beberapa waktu lalu. Pemerintah telah menyelesaikan perbaikan sementara dalam waktu tujuh hari, tetapi perbaikan struktur utama masih dalam proses dan diharapkan rampung pada akhir tahun 2025.
Dewi Chomistriana, Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum, menjelaskan bahwa kerusakan pada JPO Senen lebih serius dibandingkan dengan tempat lain. Oleh karena itu, struktur utama juga perlu diganti, sehingga membutuhkan waktu lebih lama. Perbaikan ini meliputi komponen listrik, pipa MPP, dan lift, yang semuanya memerlukan waktu yang cukup panjang untuk diselesaikan.
Selain perbaikan struktur utama, beberapa pekerjaan ringan juga telah dilakukan. Di antaranya perbaikan lantai, atap, kaca yang pecah, handrail, dan infrastruktur lain yang terkena aksi vandalisme. Dewi menyatakan bahwa kerusakan ringan, seperti handrail yang terlepas akibat aksi vandalisme, sudah dikemas.
Untuk meningkatkan kualitas, beberapa bagian JPO Senen akan diganti dengan material yang lebih tahan api. Selain itu, kaca yang awalnya rentan pecah akan diganti dengan tempered glass untuk mencegah kerusakan lebih lanjut.
JPO Senen kini telah mulai beroperasi kembali setelah selesainya perbaikan sementara. Pengguna Bus TransJakarta dapat memanfaatkan fasilitas ini lagi. Namun, belum ada estimasi pasti mengenai biaya total perbaikan JPO Senen. Perbaikan di JPO Polda Metro Jaya, yang mengalami kerusakan lebih ringan, telah menelan biaya sekitar Rp 3,5 miliar.
Kementerian Pekerjaan Umum masih dalam proses menghitung kebutuhan anggaran untuk perbaikan seluruh infrastruktur yang rusak akibat kericuhan. Total anggaran yang disiapkan mencapai sekitar Rp 900 miliar untuk seluruh Indonesia. Kerusakan infrastruktur tersebar di 13 provinsi dan 30 kota, tetapi sebagian besar kerusakan ringan sudah ditangani oleh pemerintah daerah. Oleh karena itu, Kementerian PU berfokus pada enam provinsi yang mengalami kerusakan berat, yaitu Jawa Timur, Jawa Tengah, Sulawesi Selatan, DKI Jakarta, NTB, dan Jawa Barat.
Gubernur Jakarta, Pramono Anung, sebelumnya telah meminta bantuan pemerintah pusat untuk memperbaiki JPO dan JPU yang rusak akibat demonstrasi massal. Perbaikan ini diharapkan membutuhkan anggaran sebesar Rp 19 miliar, termasuk untuk perbaikan lift.
Pemulihan infrastruktur setelah kericuhan menuntut kerja sama antar instansi dan partisipasi masyarakat. Lebih dari sekedar perbaikan fisik, ini juga sebagai pelajaran berharga tentang pentingnya menjaga harmoni sosial. Dengan pengalaman ini, diharapkan kemajuan infra dapat menjadi landasan untuk masa depan yang lebih stabil dan inklusif.
Baca Berita dan Informasi Finance lainnya di Finance Page

Saya adalah jurnalis di thecuy.com yang fokus menghadirkan berita terkini, analisis mendalam, dan informasi terpercaya seputar perkembangan dunia finansial, bisnis, teknologi, dan isu-isu terkini yang relevan bagi pembaca Indonesia.
Sebagai jurnalis, saya berkomitmen untuk:
Menyajikan berita yang akurasi dan faktanya terverifikasi.
Menulis dengan bahasa yang mudah dipahami, namun tetap menjaga integritas jurnalistik.
Menghadirkan laporan mendalam yang memberi perspektif baru bagi pembaca.
Di thecuy.com, saya tidak hanya melaporkan berita, tetapi juga berupaya menganalisis tren agar pembaca dapat memahami konteks di balik setiap peristiwa.
📌 Bidang Liputan Utama:
Berita Terbaru & ekonomi, keuangan.
Perkembangan teknologi dan inovasi digital.
Tren bisnis dan investasi.
Misi saya adalah membantu pembaca mendapatkan informasi yang cepat, akurat, dan dapat dipercaya, sehingga mereka bisa membuat keputusan yang lebih cerdas dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia usaha.
📞 Kontak
Untuk kerja sama media atau wawancara, silakan hubungi melalui halaman Kontak thecuy.com atau email langsung ke admin@thecuy.com.