Delapan orang korban kecelakaan helikopter yang jatuh di sekitar Air Terjun Mandin Damar, Kecamatan Mentewe, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, berhasil ditemukan dan dievakuasi. Salah satu di antaranya sempat mengirim pesan singkat kepada keluarga sebelum kecelakaan.
Satu dari korban kecelakaan ini mengirimkan pesan ringkas kepada keluarganya, yang membantu mempercepat proses pencarian. Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin, menjelaskan dalam konferensi pers Operasi DVI Polri untuk kecelakaan helikopter BK117 D3 di Rumah Sakit Bhayangkara Banjarmasin bahwa pesan tersebut tertangkap sinyal dari telepon seluler korban tersebut. Pesan tersebut berbunyi “Saya dalam keadaan kritis.”
Sinyal dari telepon seluler tersebut memberikan titik koordinat yang membantu Tim SAR melanjutkan pencarian. Mereka bergerak menuju Paramasan, Kabupaten Banjar, dekat dengan lokasi kecelakaan di hutan Desa Emil, Kabupaten Tanah Bumbu. Dengan bantuan petunjuk ini, pencarian menjadi lebih efektif, berbeda dari pencarian sebelumnya pada Selasa (2/9) yang tidak berhasil, karena helikopter telah kehilangan kontak sejak Senin (1/9) pukul 08.54 WITA.
Keterangan penduduk setempat juga mendukung informasi tersebut, menyebutkan helikopter terbang rendah, mengeluarkan asap, dan meledak di hutan dekat titik koordinat yang diidentifikasi. Berkat kerja sama antara Tim SAR dan masyarakat, jasad korban berhasil ditemukan dengan cepat.
Muhidin tidak menyebutkan identitas korban yang mengirimkan pesan tersebut karena proses identifikasi masih berlangsung di Rumah Sakit Bhayangkara Banjarmasin. Delapan korban terdiri dari pilot Kapten Haryanto (Batam, Kepulauan Riau) dan teknisi Hendra Darmawan (Luwu, Sulawesi Selatan). Selain itu, ada enam penumpang: Mark Werren (Australia), Santha Kumar Prabhakaran (India), Claudine Pereira Quito (Brasil), Iboy Irfan Rosa (Kuantan Singingi, Riau), Yudi Febrian Rahman (Pekan Baru, Riau), dan Andys Rissa Pasulu (Balikpapan, Kalimantan Timur).
Bangkai helikopter ditemukan di koordinat 03° 5’6″ S – 115° 37’39.07″ E, di kawasan hutan sekitar Desa Emil Baru, Kecamatan Mentewe, Kabupaten Tanah Bumbu, pada Rabu (3/9) sekitar pukul 14.45 WITA. Lokasi kecelakaan berada sekitar 700 meter dari titik koordinat yang awalnya diberikan oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). Pejabat On Scene Commander (OSC) mengerahkan seluruh Search and Rescue Unit (SRU) darat untuk mengevakuasi jasad korban secara lengkap pada Kamis (4/9) malam, sekitar pukul 21.50 WITA.
Kecelakaan helikopter ini mengingatkan betapa pentingnya teknologi dan kerja sama masyarakat dalam penanganan bencana. Pesan singkat dari korban tidak hanya menjadi bukti keberanian, tetapi juga keyakinan bahwa setiap detik bisa menjadi peluang untuk menyelamatkan nyawa. Pertimbangkan bagaimana teknologi dan kerja sama dapat meningkatkan keselamatan dalam situasi darurat, karena setiap usaha kolaboratif bisa menyelamatkan kehidupan.
Baca juga Berita lainnya di News Page

Saya adalah jurnalis di thecuy.com yang fokus menghadirkan berita terkini, analisis mendalam, dan informasi terpercaya seputar perkembangan dunia finansial, bisnis, teknologi, dan isu-isu terkini yang relevan bagi pembaca Indonesia.
Sebagai jurnalis, saya berkomitmen untuk:
Menyajikan berita yang akurasi dan faktanya terverifikasi.
Menulis dengan bahasa yang mudah dipahami, namun tetap menjaga integritas jurnalistik.
Menghadirkan laporan mendalam yang memberi perspektif baru bagi pembaca.
Di thecuy.com, saya tidak hanya melaporkan berita, tetapi juga berupaya menganalisis tren agar pembaca dapat memahami konteks di balik setiap peristiwa.
📌 Bidang Liputan Utama:
Berita Terbaru & ekonomi, keuangan.
Perkembangan teknologi dan inovasi digital.
Tren bisnis dan investasi.
Misi saya adalah membantu pembaca mendapatkan informasi yang cepat, akurat, dan dapat dipercaya, sehingga mereka bisa membuat keputusan yang lebih cerdas dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia usaha.
📞 Kontak
Untuk kerja sama media atau wawancara, silakan hubungi melalui halaman Kontak thecuy.com atau email langsung ke admin@thecuy.com.