Komisi I DPR RI mengadakan pertemuan bersama Kementerian Luar Negeri untuk membahas Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian/Lembaga (RKAKL) tahun 2026. Wamenlu Arrmanatha Nasir, yang dikenal dengan sebutan Tata, menegaskan bahwa perlindungan warga negara Indonesia (WNI) menjadi salah satu poin utama yang dibahas.
Dalam sesi pertemuan di gedung parlemen, Senayan, Jakarta, pada Selasa (2/9/2025), Tata menunjukkan bahwa anggota Komisi I DPR memberikan perhatian khusus terhadap alokasi anggaran yang akan digunakan untuk perlindungan WNI di tahun berikutnya. “Perlindungan WNI adalah prioritas utama yang harus dijamin dengan anggaran yang memadai,” kata dia setelah rapat selesai.
Selain itu, Komisi I juga menyoroti pentingnya digitalisasi dalam pengelolaan program di Kementerian Luar Negeri. Tata menjelaskan bahwa digitalisasi merupakan upaya untuk memperbaiki efisiensi dan akurasi manajemen program.
Komisi juga menekankan agar Kementerian Luar Negeri pastikan anggaran yang dialokasikan cukup untuk melaksanakan berbagai program yang telah direncanakan. “Nanti akan ada konsultasi lebih lanjut untuk membahas rinci detail anggaran ini,” tuturnya.
Tata mengungkapkan bahwa anggaran untuk perlindungan WNI selalu menjadi prioritas utama. “Kita akan terus mengajukan anggaran untuk perlindungan WNI, karena penyelesaian kasus dan mengantisipasi situasi darurat adalah tanggung jawab kami,” jelasnya. Dia juga mencatat bahwa situasi yang tidak biasa atau darurat, seperti konflik atau bencana, akan memerlukan anggaran tambahan.
“Pemerintah selalu siap memberikan anggaran tambahan jika terjadi situasi khusus yang memerlukan perlindungan WNI, seperti dalam kasus perang atau bencana,” tambahnya. “Ini sudah menjadi standar operasional prosedur kami.”
Selain permasalahan anggaran, pertemuan ini juga mendiskusikan strategi untuk memastikan kemanjuran pelaksanaan program Kementerian Luar Negeri. Tata menggaris bawahi bahwa semua aspek yang dibahas akan ditinjau kembali untuk memastikan efisiensi dan efektivitas dalam pelaksanaan.
Pertemuan ini menjadi langkah penting untuk memastikan bahwa Kementerian Luar Negeri memiliki sumber daya yang memadai untuk melaksanakan tugasnya dengan optimal, khususnya dalam bidang perlindungan WNI.
Dari sini terlihat betapa pentingnya dukungan finansial yang memadai dalam menjamin keamanan dan kelancaran WNI di luar negeri. Pemerintah harus terus berkomitmen untuk memberikan perlindungan yang maksimal, terutama dalam situasi darurat atau konflik. Semangat bela negaranya yang tinggi akan menginspirasi generasi muda untuk lebih peduli akan nasib bangsa di luar negeri.
Jika Anda tertarik untuk mengetahui lebih lanjut tentang upaya pemerintah dalam melindungi WNI, pastikan untuk selalu mengikuti informasi terbaru dari sumber resmi.
Baca juga Berita lainnya di News Page

Saya adalah jurnalis di thecuy.com yang fokus menghadirkan berita terkini, analisis mendalam, dan informasi terpercaya seputar perkembangan dunia finansial, bisnis, teknologi, dan isu-isu terkini yang relevan bagi pembaca Indonesia.
Sebagai jurnalis, saya berkomitmen untuk:
Menyajikan berita yang akurasi dan faktanya terverifikasi.
Menulis dengan bahasa yang mudah dipahami, namun tetap menjaga integritas jurnalistik.
Menghadirkan laporan mendalam yang memberi perspektif baru bagi pembaca.
Di thecuy.com, saya tidak hanya melaporkan berita, tetapi juga berupaya menganalisis tren agar pembaca dapat memahami konteks di balik setiap peristiwa.
📌 Bidang Liputan Utama:
Berita Terbaru & ekonomi, keuangan.
Perkembangan teknologi dan inovasi digital.
Tren bisnis dan investasi.
Misi saya adalah membantu pembaca mendapatkan informasi yang cepat, akurat, dan dapat dipercaya, sehingga mereka bisa membuat keputusan yang lebih cerdas dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia usaha.
📞 Kontak
Untuk kerja sama media atau wawancara, silakan hubungi melalui halaman Kontak thecuy.com atau email langsung ke admin@thecuy.com.