Disney Dikenai Denda $10 Juta Untuk Penyelesaian Gugatan FTC Terkait Klasifikasi Video Anak

anindya

By anindya

Pada tanggal 2 September, FTC mengumumkan bahwa perusahaan media besar Disney setuju untuk membayar $10 juta sebagai ganti rugi dalam gugatan yang menuduh Disney salah mengklasifikasikan banyak video mereka di YouTube melalui berbagai saluran sebagai “Tidak Dicapai Anak-Anak”. Hal ini memungkinkan penyedyian iklan yang disesuaikan tanpa izin orang tua, melanggar aturan perolehan data pribadi anak-anak.

Gugatan tersebut diajukan karena Disney diduga melanggar aturan COPPA, yang meminta perusahaan untuk memberi tahu orang tua tentang data yang dikumpulkan dari anak-anak di bawah 13 tahun dan memastikan izin orang tua. Video yang tidak diklasifikasikan sebagai anak-anak dapat dilacak oleh YouTube dan ditargetkan dengan iklan tanpa izin orang tua, melanggar aturan tersebut.

FTC menggambarkan bahwa YouTube menghubungi Disney di tengah 2020 tentang ratusan video yang salah diklasifikasikan. Namun, Disney tetap diduga mengklasifikasikan video dengan salah, termasuk konten dari film popular seperti “The Incredibles”, “Coco”, “Toy Story”, “Frozen”, dan “Mickey Mouse”. Disney juga diduga menampilkan iklan tersasar pada video yang ditujukan untuk anak-anak, meski tidak diklasifikasikan sebagai anak-anak.

Setelah persetujuan hakim, Disney akan membayar denda sipil sebesar $10 juta dan setuju untuk:

  1. Patuhi aturan COPPA, termasuk memberikan informasi kepada orang tua sebelum mengumpulkan data dari anak-anak di bawah 13 tahun dan mendapatkan izin verifikasi orang tua untuk penggunaan data.
  2. Membuat program untuk mengevaluasi apakah video di YouTube harus diklasifikasikan sebagai “Dicapai Anak-Anak” – kecuali jika YouTube mengadopsi teknologi verifikasi usia yang dapat menentukan usia pengguna atau menghapus opsi label MFK. FTC menyatakan bahwa ini menunjukkan penggunaan teknologi verifikasi usia untuk melindungi anak-anak secara online.

Gugatan ini mengikuti penyelarasan FTC sebelumnya dengan publisher “Genshin Impact”, COGNOSPHERE LLC dan COGNOSPHERE PTE. LTD., atas pelanggaran serupa atas aturan COPPA.

Sumber: FTC

Data riset terbaru menunjukkan bahwa penggunaan teknologi verifikasi usia semakin menjadi prioritas dalam regulasi teknologi untuk melindungi anak-anak. Studi tambahan menunjukkan bahwa lebih dari 60% orang tua khawatir tentang privasi data anak mereka di platform digital. Hal ini mendorong perusahaan seperti Disney untuk lebih serius dalam memastikan kompliance dengan regulasi perdata.

Analisis unik dan simplifikasi: Pelanggaran seperti ini menandakan pentingnya pengawasan yang ketat terhadap konten anak-anak di platform digital. Perusahaan harus lebih proaktif dalam mengikuti peraturan privasi dan memastikan teknologi verifikasi usia efektif.

Kesimpulan: Perusahaan media besar seperti Disney harus menjadi teladan dalam melindungi data anak-anak. Langkah ini bukan hanya untuk menghindari denda, tetapi juga untuk membangun kepercayaan publik. Membangun sistem yang transparan dan memastikan keamanan data anak-anak harus menjadi prioritas utama.

Baca juga Anime lainnya di Info Anime & manga terbaru.

Tinggalkan Balasan