Bank BJB terus berperan aktif dalam mendukung perkembangan industri strategis dengan berpartisipasi secara signifikan dalam pembiayaan skala besar. Sebagai bank daerah terbesar di Jawa Barat dan Banten, bank BJB memainkan peran kunci dengan mengukuhkan kerjasama dengan lembaga pembiayaan lainnya untuk mendukung proyek-proyek penting bagi kemandirian industri nasional.
Inisiatif konkret ini terwujud melalui peran bank BJB sebagai Joint Mandated Lead Arranger (JMLA) dalam fasilitas kredit sindikasi untuk PT Hidrogen Peroksida Indonesia (HPI). Bersama Bank Victoria, yang juga berperan sebagai JMLA & Bookrunner, bank BJB memimpin koordinasi struktur pembiayaan antara kreditur dan memastikan alur pembiayaan berjalan lancar untuk pembangunan pabrik hidrogen peroksida di Kabupaten Serang, Banten. Hal ini disampaikan oleh Corporate Secretary bank BJB, Ayi Subarna, melalui keterangan tertulis pada Selasa (2/9/2025).
Penandatanganan perjanjian dilakukan pada Selasa (26/8) di gedung T-Tower bank BJB, dengan kehadiran berbagai pihak termasuk jajaran direksi bank peserta sindikasi, manajemen HPI, pemegang saham, serta Angga Estrio Pratama sebagai Pemimpin Divisi Korporasi bank BJB dan Mira Christiana, SEVP of Commercial Bank Victoria.
Keterlibatan bank BJB dalam sindikasi ini menunjukkan perluasan peran bank daerah dalam proyek-proyek strategis skala nasional. Selain fokus pada pembiayaan regional, bank BJB juga membuktikan kemampuannya dalam mendukung sektor industri yang memberikan nilai tambah bagi perekonomian.
Total fasilitas kredit sindikasi yang disepakati mencapai Rp 600 miliar. Dalam skema ini, delapan bank terlibat, dengan Bank Victoria berkontribusi sebesar Rp 200 miliar, Bank Sinarmas Rp 100 miliar, dan Bank Kalteng, Bank Nagari, Bank Sulselbar, Bank INA Perdana serta OK Bank masing-masing Rp 50 miliar, termasuk kontribusi bank BJB sebesar Rp 50 miliar.
Fasilitas kredit ini diberikan dengan tenor 90 bulan, atau sekitar tujuh setengah tahun, termasuk masa tenggang. Struktur pembiayaan jangka panjang ini menandakan kepercayaan perbankan nasional terhadap prospek industri kimia dasar di Indonesia.
Proyek pembangunan pabrik hidrogen peroksida oleh PT HPI memiliki nilai strategis tinggi karena mengatasi kebutuhan berbagai industri, seperti pulp dan kertas, tekstil, farmasi, pertambangan mineral, hingga elektronik. Saat ini, sebagian besar kebutuhan hidrogen peroksida di Indonesia masih bergantung pada impor. Dengan adanya pabrik di Serang, Indonesia akan memiliki kapasitas produksi domestik sebesar 20.000 MTPA (Metric Tons Per Annum) H2O2 100%, yang dapat mengurangi ketergantungan pada pasokan luar negeri.
Sekitar 70% produksi pabrik ditujukan untuk pasar domestik, sementara 30% akan diekspor. Inisiatif ini tidak hanya memenuhi kebutuhan dalam negeri, tetapi juga memberikan kontribusi pada devisa melalui ekspor produk kimia.
Keberadaan pabrik ini juga memperkuat dasar kemandirian industri kimia dasar, yang merupakan pilar penting bagi berbagai industri manufaktur hilir. Proyek ini dilaksanakan dengan kerja sama kontrakor internasional, Nuberg Engineering India Ltd, dan dukungan teknologi dari Nuberg Sweden. Kehadiran mitra teknologi global menjamin kualitas dan standar produksi yang berkompetisi di tingkat dunia.
Selain memperkuat daya saing industri, proyek ini diperkirakan menghasilkan dampak ekonomi ganda. Selama fase konstruksi, proyek diharapkan menyerap tenaga kerja lokal, sementara pada fase operasi, lapangan kerja tetap dan rantai pasok lokal akan berkembang. Pabrik hidrogen peroksida di Serang juga diharapkan memicu pengembangan kawasan industri kimia di Banten, menarik investasi tambahan, dan meningkatkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) daerah.
Melalui peran sebagai JMLA, bank BJB menunjukkan konsistensi dalam memperbesar portofolio pembiayaan produktif, sesuai dengan arahan regulator yang mendorong perbankan nasional untuk berperan aktif dalam pembangunan sektor riil. “Kolaborasi lintas bank dalam kredit sindikasi ini menunjukkan kekuatan industri perbankan nasional. Kehadiran bank daerah seperti bank BJB, Bank Sulselbar, Bank Kalimantan Tengah, hingga Bank Nagari membuktikan bahwa bank daerah mampu berperan dalam proyek lintas wilayah,” kata Ayi.
Selain dukungan pembiayaan, keberadaan bank BJB dalam sindikasi juga memperkuat reputasi bank daerah sebagai institusi yang bersaing dengan bank nasional, menjadikan ini bukti transformasi bank daerah menuju kelas yang lebih tinggi. Dengan dukungan pembiayaan yang solid, pabrik hidrogen peroksida di Serang diharapkan bisa beroperasi sesuai target dan memberikan kontribusi nyata bagi pertumbuhan industri nasional.
bank BJB terus memperkuat peran sebagai motor pembangunan ekonomi dan pengembangan industri kimia dasar di Indonesia, sekaligus menguatkan kemandirian pasokan bahan baku nasional. Langkah ini juga menghadirkan nilai tambah bagi nasabah, pemegang saham, dan masyarakat luas.
Direktur Utama PT Sulfindo Adiusaha, Budiarto Boentaran, selaku pemegang saham PT Hidrogen Peroksida Indonesia, menyampaikan apresiasinya kepada seluruh pihak yang terlibat. Dukungan fasilitas kredit sindikasi ini menjadi bukti kepercayaan perbankan terhadap prospek industri bahan kimia dasar di Indonesia. “Keberhasilan mengoordinasikan sindikasi membuktikan kapabilitas bank BJB sebagai arranger utama. Sekaligus menunjukkan bahwa sinergi lintas institusi keuangan mampu menghasilkan solusi pembiayaan yang efisien dan efektif,” kata Budiarto.
Indonesia kini bergerak maju dalam mengembangkan industri kimia dasar, dan ini bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri tetapi juga untuk meraih potensi pasar global. Dengan dukungan yang kuat dari berbagai pihak, proyek ini menunjukkan potensi besar untuk menjadi contoh sukses kolaborasi antara sektor keuangan dan industri.
Baca Berita dan Informasi Finance lainnya di Finance Page

Saya adalah jurnalis di thecuy.com yang fokus menghadirkan berita terkini, analisis mendalam, dan informasi terpercaya seputar perkembangan dunia finansial, bisnis, teknologi, dan isu-isu terkini yang relevan bagi pembaca Indonesia.
Sebagai jurnalis, saya berkomitmen untuk:
Menyajikan berita yang akurasi dan faktanya terverifikasi.
Menulis dengan bahasa yang mudah dipahami, namun tetap menjaga integritas jurnalistik.
Menghadirkan laporan mendalam yang memberi perspektif baru bagi pembaca.
Di thecuy.com, saya tidak hanya melaporkan berita, tetapi juga berupaya menganalisis tren agar pembaca dapat memahami konteks di balik setiap peristiwa.
📌 Bidang Liputan Utama:
Berita Terbaru & ekonomi, keuangan.
Perkembangan teknologi dan inovasi digital.
Tren bisnis dan investasi.
Misi saya adalah membantu pembaca mendapatkan informasi yang cepat, akurat, dan dapat dipercaya, sehingga mereka bisa membuat keputusan yang lebih cerdas dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia usaha.
📞 Kontak
Untuk kerja sama media atau wawancara, silakan hubungi melalui halaman Kontak thecuy.com atau email langsung ke admin@thecuy.com.