Mahasiswa Demo di Depan DPR Meminta Keadilan bagi Affan

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Mahasiswa dari berbagai organisasi pergerakan mahasiswa melakukan aksi demonstrasi di depan Gedung DPR pada sore hari ini. Mereka meminta agar keadilan dapat diberikan terhadap Affan Kurniawan, pengemudi ojek online yang meninggal akibat dilindasi kendaraan taktis Brimob.

Di tempat kejadian, Monsel (1/9/2025) sekitar pukul 15.32 WIB, terlihat massa berkumpul di depan gedung legislatif yang terletak di Jalan Gatot Subroto, Jakarta Pusat. Para demonstran membawa atribut-organisasi seperti GMNI dan HMI.

Dalam pidato, massa menuntut agar kasus kematian Affan Kurniawan segera diselidiki secata menyeluruh. Mereka menganggap Affan sebagai pejuang. “Apakah mahasiswa setuju untuk memberikan gelar bintang kepada Affan? Agar kita bisa membedakan siapa penghianat dan siapa pejuang di negeri ini. Affan adalah pejuang dan harus ada jaminan kesehatan untuk para pengemudi ojek,” ujar salah satu orator dari atas mobil pembawa.

Massa juga mengemukakan permintaan tentang kesejahteraan para pengemudi ojek. Mereka menyatakan bahwa rakyat membutuhkan jaminan sosial yang adil. “Jika kesejahteraan teman-teman pengemudi ojek tidak terpenuhi, mereka memerlukan jaminan sosial yang layak serta pendidikan yang memadai,” kata pengucapnya.

Selain itu, massa menuntut semua pihak untuk lebih kritis terhadap kenaikan tunjangan anggota DPR di tengah upaya peningkatan efisiensi. “Kita harus lebih kritis. Padahal di tengah situasi efisiensi, tunjangan justru meningkat,” tambah orator.

Sementara itu, lalu lintas di Jalan Gatot Subroto arah Slipi masih berjalan lancar tanpa hambatan.

Rentetnya sistem sosial dan keadilan yang tidak seimbang seringkali menjadi pemicu demonstrasi. Dalam konteks ini, peningkatan kesadaran masyarakat tentang hak-hak dasar dan perilaku kritis terhadap kebijakan publik menjadi kunci. Studi kasus seperti ini memperlihatkan betapa pentingnya transparansi dalam penyelidikan kasus kematian Affan agar keadilan dapat tercapai. Kasus ini juga mengingatkan kita tentang pentingnya perlindungan sosial bagi pekerja informal seperti pengemudi ojek.

Keadilan dan transparansi harus menjadi pilar utama dalam pembangunan negara. Tanpa adanya kesetaraan dan perlindungan sosial yang memadai, pemberontakan sosial akan terus terjadi. Warga negara harus bersatu untuk memastikan bahwa setiap kasus kejahatan diusut hingga akar-akarnya dan hak-hak mereka dilindungi.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan