Lampu Merah di Jakarta Rusak Akibat Demo, Pemprov Akan Segera Perbaiki

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Belasan lampu lalu lintas di kota Jakarta mengalami kerusakan akibat aksi demonstrasi yang baru saja terjadi. Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo, menginformasikan bahwa kerusakan tersebut terjadi di 18 titik, termasuk di simpang Jatinegara hingga simpang Senen. Dia menyampaikan informasi ini saat dihubungi pada hari Senin, 1 September 2025.

Syafrin menjelaskan bahwa upaya perbaikan sedang dilakukan secara bertahap. Beberapa lokasi, seperti simpang Jatinegara, sudah kembali berfungsi dengan baik. Namun, ada juga tempat seperti simpang Senen yang masih dalam tahap pemulihan.

Dalam rinciannya, Syafrin mengungkapkan bahwa 18 lampu lalu lintas mati akibat aksi massa beberapa hari yang lalu. Beberapa titik yang terdampak antara lain:

  • Lampu Matraman (Jalan Matraman – Jalan Pramuka)
  • Lampu Salemba Dipo (Jalan Salemba Raya – Jalan Diponegoro)
  • Lampu Otista 3 (Jalan Otista Raya – Jalan Otista 3)
  • Lampu Otista 1 (Jalan Otista Raya – Jalan Cawang Baru)
  • Lampu Cawang Kompor (Jalan MT Haryono – Jalan Dewi Sartika)
  • Lampu PGC (Jalan Raya Bogor – Cililitan – Dewi Sartika)
  • Lampu Pejompongan BNI
  • Lampu Penjernihan SPBU
  • Lampu Kwitang (Jalan Abdurahman Saleh – Jalan Kramat Kwitang)
  • Lampu Pemuda (Jalan Pemuda – Jalan Pramuka)
  • Lampu Senen (Jalan Senen Raya – Jalan Kwitang)
  • Lampu Slipi (Jalan S Parman – KS Tubun – Gatot Subroto)
  • Lampu Makam Kalibata (Jalan Pasar Minggu – Jalan Kalibata)
  • Lampu Bandung 12 (Patung Obor/Pemuda Membangun)
  • Lampu Kuningan (Jalan Gatot Subroto – Jalan Rasuna Said)
  • Lampu TMII
  • Lampu Permai (Pemadam)
  • Lampu Pospol Cilincing

Meskipun kerusakan ini menimbulkan kendala bagi pengendara, upaya restorasi sedang dilakukan dengan maksimal. Keadaan seperti ini menjadi pengingat untuk semua pihak agar menjaga kerukunan dan ketertiban dalam berdemonstrasi, supaya tidak merugikan masyarakat luas. Kerusakan infrastruktur seperti ini bukan hanya menambah beban biaya bagi pemerintah, tetapi juga mengganggu kenyamanan warga dalam beraktivitas sehari-hari.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan