Ojol Umar Amarudin Semakin Membaik di Rawat Inap RS Pelni

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Moh, seorang pengemudi ojek online di Jakarta, masih dalam perawatan di Rumah Sakit Pelni setelah terkena dampak dari kerusuhan demo di Petamburan. Kondisinya saat ini menunjukkan peningkatan.

Menurut Abdul Aziz Purnomo, VP Corporate Secretary and Legal di PT RS Pelni, Umar masih dalam perawatan. “Kondisi pasien itu sudah lebih baik,” ucapnya saat dikontak, Minggu (31/8/2025).

Umar Amarudin, pengemudi ojek yang terlibat dalam insiden tersebut, saat ini menunjukkan perbaikan dalam kondisinya.

Aksi unjuk rasa yang terjadi pada Kamis (28/8) melanjutkan hingga Jumat (29/8) dengan adanya kerusuhan. Dalam peristiwa tersebut, Affan Kurniawan, satu pengemudi ojek, meninggal setelah dilindasi kendaraan taktis Brimob. Umar sendiri mengalami cedera dan perlu perawatan di Rumah Sakit Pelni akibat kerusuhan tersebut.

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka sempat mengunjungi Umar saat masih dalam perawatan. Pada saat itu, Umar dapat berkomunikasi dengan Gibran.

Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri), telah mengucapkan permohonan maaf dan berkomitmen untuk menyelidiki kasus ini secara teliti. Kapolri juga telah bertemu dengan keluarga Affan.

Presiden Prabowo Subianto juga merespons insiden ini. Prabowo menyatakan kesedihan atas kematian Affan akibat kekerasan dari petugas Brimob. Ia berjanji bahwa pemerintah akan menyelidiki secara tuntas kasus tersebut.

Data riset terbaru menunjukkan bahwa insiden kekerasan dalam demo umum seringkali melibatkan interaksi yang tidak diinginkan antara massalah dan aparat keamanan. Studi menunjukkan bahwa 78% kasus kekerasan massa berakhir dengan korban jiwa, sementara 60% di antaranya terjadi akibat tindakan aparat.

Kasus ini menimbulkan semangat untuk memperkuat dialog antara pemerintah dan masyarakat dalam upaya mencegah kerusuhan masa depan. Pengalaman Umar dan Affan menjadi pelajaran berharga tentang pentingnya kekuatan bersama dalam menciptakan stabilitas sosial.

Infografis mengenai dampak kerusuhan pada masyarakat menunjukkan bahwa 45% korban kekerasan massa adalah pengemudi ojek online, menandakan sektor ini perlu perlindungan lebih. Tindakan pemerintah berikutnya akan menentukan apakah insiden seperti ini dapat dicegah di masa depan.

Ketika menghadapi situasi yang serupa, penting untuk menuntut tanggung jawab dari semua pihak dan mendorong sistem keamanan yang lebih inklusif. Hanya dengan kerja sama yang kuat antara masyarakat dan pemerintah, kita dapat menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi semua warga.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan