Kebangkrutan 13 KA Jarak Jauh ke Jakarta dan Perhentian Luar Biasa di Jatinegara

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi Jakarta telah melakukan pengaturan baru dalam pola operasional untuk kereta api jarak jauh (KAJJ) yang berakhir di Stasiun Gambir dan Stasiun Pasar Senen. Dalam langkah ini, sejumlah 13 kereta api akan melakukan berhenti luar biasa (BLB) di Stasiun Jatinegara.

Ixfan Hendriwintoko, manajer hubungan masyarakat KAI Daop 1 Jakarta, menjelaskan bahwa BLB di Jatinegara merupakan upaya untuk memberikan pilihan akses yang lebih efisien bagi penumpang. Hal ini juga direncanakan untuk memudahkan pengintegrasian dengan layanan KRL Commuter Line serta mengurangi kemungkinan kemacetan di sekitar Stasiun Gambir dan Pasar Senen.

Dengan adanya berhenti tambahan di Jatinegara, pelanggan bisa lebih fleksibel dalam memilih titik turun yang lebih strategis. Keputusan ini diharapkan dapat meminimalkan kerumunan di kawasan tujuan utama tersebut.

Berikut daftar KAJJ yang akan berhenti di Stasiun Jatinegara pada hari ini:

  1. KA 45 (Taksaka)
  2. KA 15 (Argo Z)
  3. KA 3 (Argo Bromo Anggrek)
  4. KA 43 (Taksaka)
  5. KA 13 (Argo Lawu)
  6. KA 1 (Argo Bromo Anggrek)
  7. KA 123 (Cakrabuana)
  8. KA 47 (Taksaka)
  9. KA 163 (Gumarang)
  10. KA 179 (Tawang Jaya Premium)
  11. KA 203 (Tegal Bahari)
  12. KA 53F (Purwojaya)
  13. KA 141F (Parahyangan Fakultatif)

KAI Daop 1 Jakarta menyarankan kepada penumpang untuk selalu memeriksanya informasi terbaru terkait jadwal perjalanan dan memastikan pilihan stasiun tujuan sesuai dengan kebutuhan.

Program berhenti luar biasa (BLB) di Stasiun Jatinegara juga akan berlangsung hingga tanggal 2 September 2025. Langkah ini dilakukan untuk memberikan lebih banyak alternatif bagi pelanggan yang akan menggunakan kereta api dari Stasiun Gambir dan Pasar Senen, serta untuk mencegah kemacetan di sekitar kawasan tersebut.

“Rekayasa pola operasi ini sementara saja dan berlaku untuk perjalanan KA pada tanggal 31 Agustus hingga 2 September 2025. Dengan adanya pilihan titik keberangkatan yang lebih dekat dan strategis, khususnya bagi yang berasal dari timur Jakarta, ini diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan pelanggan dan menjamin kelancaran operasional KA,” ujar Ixfan Hendriwintoko.

Berikut daftar lengkap KA yang akan berhenti di Stasiun Jatinegara selain yang telah disebutkan sebelumnya:

  • 31 Agustus 2025:
    1. KA 50F (Purwojaya)
    2. KA 7006 (Batavia)
    3. KA 58F (Purwojaya)
    4. KA 126F (Cheribon Fakultatif)
  • 31 Agustus hingga 2 September 2025:
    1. KA 6 (Argo Semeru)
    2. KA 132 (Parahyangan)
    3. KA 46 (Taksaka)
    4. KA 2 (Argo Bromo Anggrek)
    5. KA 16 (Argo Dwipangga)
    6. KA 118 (Gunungjati)
    7. KA 40 (Sembrani)
    8. KA 62 (Manahan)
    9. KA 122 (Cakrabuana)
    10. KA 44 (Taksaka)
    11. KA 38 (Brawijaya)
    12. KA 8 (Bima)
    13. KA 36 (Gajayana)
    14. KA 124 (Cakrabuana)
    15. KA 42 (Sembrani)
    16. KA 32 (Pandalungan)
    17. KA 4 (Argo Bromo Anggrek)
    18. KA 14 (Argo Lawu)
    19. KA 54 (Purwojaya)
    20. KA 48 (Taksaka)
    21. KA 120 (Gunungjati)
    22. KA 64 (Manahan)
    23. KA 30F (Argo Anjasmoro)
    24. KA 110 (Fajar Utama Yk)
    25. KA 272 (Airlangga)
    26. KA 284 (Serayu)
    27. KA 204 (Tegal Bahari)
    28. KA 90 (Gayabaru Malam Selatan)
    29. KA 270 (Matarmaja)
    30. KA 112 (Sawunggalih)
    31. KA 152 (Brantas)
    32. KA 300 (Cikuray)
    33. KA 246 (Majapahit)
    34. KA 260 (Tawang Jaya)
    35. KA 108 (Senja Utama Yk)
    36. KA 288 (Serayu)
    37. KA 116 (Sawunggalih)
    38. KA 144 (Madiun Jaya)
    39. KA 164 (Gumarang)
    40. KA 150 (Singasari)
    41. KA 180 (Tawangjaya Premium)

KAI telah melakukan perubahan operasional ini untuk memberikan kemudahan bagi penumpang, terutama mereka yang berasal dari timur Jakarta. Dengan beroperasinya BLB di Jatinegara, diharapkan kemacetan di sekitar Stasiun Gambir dan Pasar Senen dapat terhindari, sehingga perjalanan menjadi lebih lancar dan nyaman. Ini juga menjadi langkah strategis dalam mengoptimalkan penggunaan infrastruktur transportasi yang ada.

Pelayanan kereta api terus berusaha untuk meningkatkan kualitas jasa, baik melalui pengembangan infrastruktur maupun pengaturan operasional yang lebih efisien. Hal ini tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan transportasi, tetapi juga untuk memberikan pengalaman perjalanan yang lebih memuaskan bagi masyarakat.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan