Transaksi LCT RI-China naik pesat dengan pengurangan penggunaan dolar AS

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

PT Bank ICBC Indonesia telah mengamati kenaikan signifikan dalam volume transaksi Local Currency Transaction (LCT) pada semester pertama tahun 2025, mencapai lebih dari dua kali lipat dibandingkan dengan akhir tahun 2024. Chen Yong, yang menjabat sebagai Presiden Direktur Bank ICBC Indonesia, menyatakan bahwa bank tersebut sangat mendukung upaya pemerintah dan regulator dalam mempromosikan penggunaan LCT, khususnya dalam bidang perdagangan dan investasi antara Indonesia dan Tiongkok. Chen Yong menyatakan dalam LCT & RMB Business Forum yang diselenggarakan di Jakarta pada Jumat (29/8/2025), bahwa ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi bisnis di Indonesia, mengurangi dependensi pada mata uang asing tertentu, dan lebih memantapkan ketahanan ekonomi nasional.

Chen Yong juga menekankan bahwa penggunaan LCT ini dapat meningkatkan stabilitas sistem keuangan. Melalui forum ini, pihak bank berupaya membuka ruang untuk diskusi konstruktif antara regulator, pelaku bisnis, dan sektor perbankan. Selain itu, Chen Yong percaya bahwa inisiatif ini tidak hanya memperkuat hubungan ekonomi Indonesia-Tiongkok, tetapi juga mendukung stabilitas sistem keuangan secara lebih luas.

Acara yang berlangsung di Hotel St Regis ini dihadiri oleh perwakilan Bank Indonesia, perbankan, serta para pelaku bisnis dari sektor strategis. Romi Fondarihta Peranginangin, Deputy Director dari Forex Market Development Team di Department of Financial Market Development BI, menjelaskan bahwa kebijakan LCT saat ini melibatkan 17 Bank Appointed Cross Currency Dealer (ACCD) di Indonesia dan 15 bank ACCD di Tiongkok.

Bank ICBC Indonesia sendiri telah ditunjuk sebagai salah satu bank ACCD untuk memfasilitasi transaksi perdagangan dalam mata uang lokal. Selain itu, hadir pula perwakilan dari ICBC Limited, induk usaha yang merupakan bank terbesar di dunia berdasarkan aset, yang berbagi pengalaman global dalam memperluas peran Renminbi (RMB) dalam transaksi internasional. Forum ini juga menghadirkan nasabah korporat ICBC dan pelaku usaha yang membagikan pengalaman praktis mereka dalam menggunakan LCT dan RMB untuk meningkatkan efisiensi bisnis.

Menurut data terkini, penggunaan LCT tidak hanya meningkat di Indonesia, tetapi juga di negara lain yang berpartisipasi dalam inisiatif ini. Studi kasus menunjukkan bahwa perusahan yang menggunakan LCT dapat mengurangi biaya transaksi hingga 30% dibandingkan dengan menggunakan mata uang asing tradisional. Selain itu, kebijakan ini juga mendorong pengembangan pasar uang lokal, memperkuat daya saing bisnis dalam pasar global.

Untuk mengoptimalkan manfaat LCT, para pelaku bisnis dianjurkan untuk memahami lebih dalam tentang mekanisme transaksi mata uang lokal dan bagaimana menggunakannya secara efektif. Dengan melakukan itu, mereka dapat meraih efisiensi finansial yang lebih baik dan merangsang pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif.

Pemanfaatan LCT bukan hanya tentang mengurangi risiko nilai tukar, tetapi juga tentang membangun hubungan ekonomi yang lebih kuat antara Indonesia dan Tiongkok. Dengan adanya dukungan dari regulator dan sektor perbankan, pelaku bisnis dapat merasakan manfaat langsung dari transaksi yang lebih cepat, biaya yang lebih rendah, dan akses ke pasar yang lebih luas. Dalam era ekonomi global yang semakin dinamis, adaptasi terhadap trend seperti LCT menjadi kunci untuk sukses bisnis.

Baca Berita dan Informasi Finance lainnya di Finance Page

Tinggalkan Balasan