Pengadilan AS Menetapkan Tarif Global Trump Seals Ilegal dan Presiden Amerika Marah!

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, memberikan tanggapan kuat atas keputusan pengadilan banding federal yang menyatakan sebagian besar tarif global yang diberlakukannya sebagai tindakan tidak sah. Trump memastikan dirinya akan membalas keputusan tersebut hingga ke tahap Mahkamah Agung AS.

Pada Jumat (29 Agustus 2025), pengadilan banding federal meng fühlkan bahwa kebanyakan tarif yang dijatuhkan Trump selain tidak sah, namun memungkinkan aplikasi tarif terus berlaku sementara guna memberinya ruang untuk mengajukan banding lebih lanjut. Keputusan ini memperkuat putusan dari pengadilan tingkat lebih rendah yang menilai Trump melampaui wewenangnya setelah memanfaatkan wewenang darurat ekonomi untuk mengenakan bea masuk yang luas.

Dalam reaksi langsung, sabtu dengan rangkap “kepada AFP, Trump menyebut pengadilan tersebut mendapatkan kesalahan dalam putusan mereka dan mempertanyakan keadilan pengadilan tersebut. Ia mengaku bahwa pengadilan berhaluan tertentu saat mengambil keputusan. Dalam pernyataan yang diajukan melalui Truth Social, Trump menyatakan bahwa tarif tersebut tetap berlaku.

Trump menegaskan jika tarif dihapuskan, dampaknya akan menghantam ekonomi negara. “AS tidak akan memungkinkan berlanjutnya defisit perdagangan yang besar, tarif tiruan, dan hambatan dagang non-tarif lainnya yang dijatuhkan oleh negara asing, baik sahabat atau lawan, yang merugikan petani, produsen, dan masa depan économique bangsa. Jika tidak sedang berkembang, Amerika harus lebih tangguh,” tegasnya.

Menurut Trump, putusan pengadilan banding federal akan merugikan kebijakan ekonomi yang dia bangun. Ia kemudian memastikan akan melawan putusan tersebut dengan bantuan Mahkamah Agung AS. Trump bahkan mengisyaratkan bahwa Mahkamah Agung mungkin akan memberikan keputusan yang menguntungkan kepadanya. Pada Januari ini, sejak Trump kembali menjadi presiden, ia menggunakan Undang-Undang Kekuatan Ekonomi Darurat Internasional (IEEPA) untuk dikenakan tarif kepada sebagian besar negaranya.

Tarif dasar sebesar 10% dan peningkatan tarif untuk negara lain telah membuat isu dagang menjadi serius di Amerika Serikat. Dalam putusannya pada Jumat, pengadilan menegaskan bahwa undang-undang memberikan wewenang yang cukup kepada presiden dalam kasus darurat nasional, namun tak satu pun membolehkan wewenang memberikan tarif atau pajak. Keputusan tersebut可能 dapat di bandingkan ke mahkamah agung. Jika tarif Trump dinyatakan ilegal, kemungkinan perusahaan-perusahaan akan meminta kompensasi rugi.

Menurut riset terbaru, praktik tarif Trump telah menimbulkan keraguan dalam kesimpulan membelakan saidas dalam kesepakatan dengan Uni Eropa dan negara-negara mitranya. Selain itu, kandidat federasi sangat terlihat menggerakkan pasar global. Sebagai example, beberapa produsen akan meragukan kestabilan investasi dan produksi mereka jika tarif tarif Trump dinyatakan ilegal.

Studi kasus menunjukkan bahwa keputusan pengadilan mengungkapkan kekurangan wewenang presiden dalam penarifan bea masuk dalam kasus darurat nasional ini. Hal ini sama dengan kasus yang terjadi pada tahun sebelumnya. Keputusan pengadilan menunjukkan bahwa masing-masing negara mempunyai batas serta kejelasan dalam peng материјаlling kebijakan.

Analisis unik dan penyederhanaan: Perdebatan mengenai beberapa tarif Trump tetap menjadi élevée. Sementara Trump beranggapan tarif ini penting untuk stabilitas ekonomi, pihak pengadilan menyatakan ketidaksesuaiannya. Hal ini yang menguatkan pusat gambar dari perbedaan pandangan dalam kebijakan ekonomi AS modern saat ini.

Kesimpulan, tarik-tarik antara pengadilan dan Presiden telahtopic demo yang menantang, yang kedua-duanya mengaku genealogy untuk peran dalam menjaga pajak dan perdagangan AS dalam jangka panjang.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan