Strategi Efektif Membangun Branding untuk UMKM

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Membentuk identitas merek dalam era digital menjadi kunci agar usaha dapat bertahan dan mencapai pasar target dengan tepat. Pengusaha UMKM harus memahami cara membangun branding yang efektif untuk mencapai tujuan tersebut.

Kukuh Rizal, co-founder dan direktur Sun Eater Group, menekankan bahwa perkembangan pasar digital dan media sosial telah membuat berbagai sektor lebih dinamis dalam menyesuaikan diri dengan kebutuhan konsumen. “Dalam setiap proyek yang saya selesaikan, saya selalu memulai dengan tiga elemen utama: menentukan target pasar, strategi pemasaran, dan pengembangan branding,” katanya saat sesi Ruang Karya Pesta Rakyat untuk Indonesia 2025 di Jakarta beberapa hari yang lalu.

Dengan pengalaman luas di berbagai industri, mulai dari FMCG, musik hingga fashion, Kukuh mendirikan Sun Eater Group, sebuah label musik modern yang mendukung kreativitas generasi baru. Acara Pesta Rakyat untuk Indonesia 2025, diinisiasi oleh PT HM Sampoerna Tbk., bertujuan untuk memperkuat ekonomi rakyat dan dirayakan sebagai bagian dari HUT-80 RI dan ulang tahun Sampoerna yang ke-112.

Sampoerna bersamaan dengan pemangku kepentingan lainnya, berupaya meningkatkan kemampuan sumber daya manusia pengusaha UMKM agar lebih produktif dan kompetitif sesuai dengan misi Asta Cita.

Kukuh membandingkan proses pembuatan branding dengan seseorang yang ingin mencari pasangan. “Awalnya, kita harus menentukan siapa target yang ingin kita dekatkan dengan produk kita. Jika kita mencoba semua orang, maka hal itu tidak efektif,” jelasnya. Langkah selanjutnya adalah membangun strategi pemasaran yang tepat. “Setiap konsumen punya kebutuhan yang berbeda, sehingga perlu dipahami dengan baik,” tambahnya.

Membangun branding berarti menemukan alasan mengapa konsumen akan menyukai produk kita. “Mengapa seseorang menyukai produk kita? Apakah karena keunikan, harga, atau kualitas? Inilah yang disebut branding,” katanya.

Untuk membuat branding yang efektif, ada empat hal penting yang harus diperhatikan. Pertama, brand harus memiliki keunikan yang membedakan dengan produk lain. Kedua, relevansi terhadap kebutuhan dan tren saat ini. Ketiga, kualitas produk yang memuaskan. Keempat, brand harus memiliki visi jangka panjang yang didukung dengan cerita yang menarik.

Kukuh menyarankan UMKM, khususnya yang memiliki skala produksi kecil, untuk membangun storytelling yang kuat agar dapat lebih cepat berkembang. “Penting untuk memahami tren dan budaya saat ini,” katanya.

Proses pembuatan branding meliputi empat tahapan: menentukan tujuan, menganalisis pasar dan kompetitor, memahami tren dan budaya, serta melakukan evaluasi berkala. “Kami biasanya melakukan riset pasar melalui diskusi fokus untuk mengevaluasi efektivitas produk dan branding,” tutupnya.

Pembuatan branding tidak hanya tentang memperkenalkan produk, tetapi juga memahami apa yang dibutuhkan konsumen. Dengan demikian, usaha dapat memberikan nilai tambah yang lebih baik dan bertahan dalam pasar yang kompleks. Inovasi dan adaptasi terhadap perubahan terus menjadi kunci sukses bagi pengusaha modern.

Baca Berita dan Informasi Finance lainnya di Finance Page

Tinggalkan Balasan