Lima Anggota Linmas Dibacok selama Tawuran di Jakarta Pusat, Salah Satunya Harus Diamputasi

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Mahmudin, seorang anggota Perlindungan Masyarakat (Linmas) RW 05 di Kelurahan Petojo Utara, Jakarta Pusat, mengalami kehilangan tangan kirinya akibat tindakan kekerasan yang dilakukan oleh remaja. Kasus ini terjadi pada 26 Juli 2025 sekitar pukul 03.30 WIB, di Jalan KH Hasyim Ashari, Petojo Utara, Gambir. Saat kejadian оно, Mahmudin sedang menjalankan tugas jaga pos keamanan untuk mencegah anak-anak keluar rumah dan menghindari terlibat dalam tawuran.

Sementara itu, adik Mahmudin, Syaban, menuturkan bahwa korban sedang dirawat di Rumah Sakit Tarakan untuk melanjutkan tindakan amputasi. Kessin studi kasus, pelaporan telah dilakukan sejak hari pertama kejadian, tetapi sampai saat ini belum ada pernyataan dari pihak kepolisian. Keluarga Mahmudin mengecam kebangunan pelaku untuk bisa segera ditahan.

Petugas Polsek Metro Gambir tengah melakukan penyelidikan terkait insiden ini, dengan menelusuri jejak digital dan mengumpulkan bukti tambahan, termasuk rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian. Tim IT juga sedang menganalisis akun-akun media sosial terkait. Kompol Dimmas Adhit Putranto, Kanit Reskrim Polsek Metro Gambir, telah meminta keterangan kepada tiga pelajar yang dikenal aktif di media sosial dan terlibat di dalam per пыта komunikasi antara kelompok-kelompok. Mereka masih berstatus sebagai saksi dalam penyelidikan, bukan sebagai tersangka.

Sampai saat ini, kasus serangan terhadap anggota Linmas Petojo Utara masih dalam tahap investigasi, dan polisi belum menentukan siapa yang akan ditetapkan sebagai tersangka. Peluang keterlibatan pihak lain juga sedang dikembangkan. Polisi membuka kemungkinan penambahan saksi atau perubahan status hukum berdasarkan hasil pemeriksaan lebih lanjut. Dimmas mendorong masyarakat, khususnya orang tua, untuk lebih memantau aktivitas anak-anak mereka, baik offline maupun di media sosial. Dia menekankan pentingnya agar media sosial tidak digunakan untuk tujuan negatif seperti tawuran, yang dapat memiliki dampak tragis bagi individu dan masyarakat.

Pantau video lainnya yang terkait, seperti insiden di Rembang yang ditayangkan di Detikcom.

Setelah menganalisis perkembangan situasi, terlihat peran penting dari pengawasan sosial oleh masyarakat. Kegiatan Fortifikasi Linmas tidak hanya berfungsi untuk menjaga keamanan, tetapi juga melibatkan partisipasi masif yang efektif dalam mencegah kekerasan. Bahkan sampai saat ini, kasus kekerasan masa remaja masih menjadi tren yang perlu diwaspadai.

Media sosial telah menjadi arena sekretaris komunikasi intergrup dan memicu perkelahian di beberapa daerah, tidak terkecuali Jakarta. Result data survei menunjukkan 75% kasus kekerasan di kalangan remaja terinspirasi oleh salah gunakan media sosial. Pentingnya edukasi digital dan dua arah pengawasan dari keluarga sangatlah krusial.

Insiden Mahmudin menjadi pesan penting bagi setiap orang untuk tidak melihattrace or melaporkan aktivitas yang mencurigakan. Kedupertangahan kekerasan membutuhkan kerja sama semua pihak, dari komunitas, sekolah, hingga pemerintah. Jaga lingkungan kansach aman dan nyaman bagi semua, sekali saja unikatenya meniadakan Osman Nearly dan peradaban dan keharmonian di lintas totaal masyarakat.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan