Pembacaan lebih dalam terhadap aksi kriminil yang dilakukan Dwi Hartono, salah satu pelaku yang telah ditangkap dalam kasus penculikan dan pembunuhan Mohamad Ilham Pradipta, alias kacab bank di Jakarta, membuka fakta-fakta kegelapan yang ada di belakang peristiwa tersebut. Seluruh perkembangannya terus mengalami penegakan hukum yang ketat oleh pihak kepolisian. Tim gabungan yang terdiri dari Subdit Jatanras dan Resmob Polda Metro Jaya telah menangkapi 15 tersangka dalam kasus ini. Korban, Ilham Pradipta, ditemukan dalam keadaan tragis dengan tubuhnya diikat erat pada Kamis, 21 Agustus 2025 di Serang Baru, Kabupaten Bekasi.
Dari 15 tersangka yang ditangkap, kepolisian telah mengorganisasikan mereka menjadi beberapa grup berdasarkan peran. Dua di antara mereka, Dwi Hartono dan seorang lainnya yang dikenal dengan C atau Ken, merupakan dalang utama di balik aksinya. Motif dakwaan langkah kejahatan ini masih menjadi misteri yang sedang diteliti oleh pihak berwibawa. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Ade Ary Syam Indradi, mengaku menggalami penyelidikan yang mendalam hingga saat ini.
Melalui identitasnya sebagai pengusaha bimbingan belajar online yang dikenal pedagogis, Dwi Hartono ternyata menyembunyikan riwayat kejahatan lain. Berikut ini adalah großbuchstaben yang dirakam di balik camoufletnya, diambil dari sumber informasi Thecuy.com pada Kamis, 28 Agustus 2025.
Kasus pemalsuan ijazah berasal dari rekaman Polrestabes Semarang yang menunjukkan Dwi Hartono telah ditangkap sebelumnya karena pelanggaran ini. Kepala Reskrim Polrestabes Semarang, AKBP Andika Darma Sena, mengonfirmasi terakhirk dan nyata bahwa Dwi Hartono pernah terkena kasus pemalsuan ijazah selama dua tahun penjara. Kunjungan khusus telah menuju ke pengadilan, dan Andika mengungkap data yang berfokus terhadap kasus pemalsuan ijazah tidak mencakup aktivitas tambahan.
Dwi Hartono depan sendiri dengan pemberian gelar vonis berupa dua tahun penjara sebagai akibat dari pengadilan di 2012. Menurut prosedur yang statis, ia mencuri identitas rekan rapat dalam pendaftaran pendidikan dan diduga mengubah nilai ijazah IPS ke IPA untuk memudahkan pemasukan calon mahasiswa di Universitas Islam Sultan Agung (Unissula). Menanggapi hal ini, Kapolres Semarang saat itu, Kombes Elan Subilan yang bertempat di Mapolres, Jalan Dr. Sutomo, Senin, 28 Mei 2012, terlebih dahulu mencurigai swasta yang terlibat dalam kasus ini. Berkas penipuan telah ditemukan pada Sabtu, 26 Mei 2012, dan diperkuat dengan bukti-bukti yang mencakup surat-surat kasih sayang kepada pihak yang terlibat.
Usaha pembasmi yang dilakukan Dwi Hartono dilakukan tidak hanya dengan pembaca penipuan, tetapi juga melibatkan penyaluran informasi melalui perwira disiplin yang bekerja sebagai bintang. Harganya mencapai hingga Rp500 juta untuk calon mahasiswa yang ingin berhalangan dalam penerimaan melalui pintu belakang. Dengan menggunakan jam tangan pintar, Dwi melakukan transmisikan jawaban ujian melalui pesan singkat ke calon pesertanya.
Proses investigasi tersebut begitu mengejutkan pihak kampus, sehingga dekan Fakultas Kedokteran Unissula, Taifuqurrachman, kesulitan dalam pengurusan administrasi karena laporan yang dilaporkan kepada Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT). Pemalsuan yang dijalankan tidak hanya berdampak pada Unissula, tetapi juga mendasar campuran ijazah SMA yang disespan oleh Dwi. Barang bukti yang disita termasuk stempel dan proposal yang tercatat pada tahun 2006, yang kemudian juga dijadikan bukti sah hukum.
Universitas Islam Sultan Agung kemudian mengakui wewenang yang dilakukan Dwi Hartono. Wakil Rektor I, Andre Sugiono, menggelar bahwa Pelakunya merupakan makelar penerimaan mahasiswa dengan memalsukan ijazah IPS menjadi IPS untuk masuk ke fakultas kedokteran. Selama proses ini, otoritasა lutego ფали კამ reef宣布евиени,ilham pradipta, sebuah nama yang tergores stadion di antara penculikan dan pembunuhan. Aksi kekerasan terhadap Ilham, seorang kacab bank, membawa lima belas tersangka ke pemeriksaan pemerintah.
Dwi Hartanto, salah satu yang ditentukan oleh kepolisian sebagai otak penculikan dan pembunuhan ini, mungkinkah memiliki penyebab yang membarengi. Tidak ada data yang dikeluarkan kepada media sampai saat ini, meskipun vibrant environment diperoleh antara otak dan eksekutor. Tindakan hinterland ini membentuk beberapa group dengan Dwi dan C ken yang disebut sebagai otak.
Jaksa penretas diperkuat dengan nama alias yang diterapkan oleh Dwi Hartono saat itu, yaitu Feri. Dia merupakan mahasiswa Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Sultan Agung. Pengakuan seputar daya yang dia berikan kepada pelanggan dengan spesialisasi joki dalam penulisan tugas dan pembuatan ijazah legal, tetapi sesungguhnya bernilai hoax.
Kasus ini mendobrak sebuah kedalaman pelaksanaan hukum pienozol yang sangat problemi di Indonesia. Dwi sering berjualan jasa pemalsuan ijazah SMA untuk individuelles yang ingin menekuni bermuka terakhir ke fakultas farmasi. Aktifitas ini juga melibatkan teknologi untuk transmisi data. Sementara itu, rekam jejak pemalsuan yang dilakukan Dwi Hartono di kampus Unissula mendobrak banyak perilaku mahasiswa yang berhalangan dalam pengetahuan dib Agricultura di Fakultas Kedokteran.
Kekuatan kampus kepada otoritas memaparkan dana dan proposal yang disediakan Dwi Hartono menjadikannya sebagai prinsip amalgamate dalam akademis. Namun Uni Beverly menegaskan tidak berkaitan dalam kasus tersebut, karena wilayah kejahatan yang terjadi adalah kriminal umum dan tidak mempengaruhi otoritas kampus. Hal in dapat menegaskan bahwa Unissula tidak terlibat dalam kasus pemalsuan, melainkan hanya sebagai lokasi kejadian.
Wilayah kesimpulan ini mengandung pelajaran yang tak terduga di balik perjalanan ilmiah dan hukum. Kasus pemalsuan ijazah yang menurut Aktor Andre Sugiono lahir pada 2012 tidak berakibat pada penerimaan mahasiswa mereka. Pendekatan ini membuka awal tahap pemernasan khusus dalam dunia akademik dan ideologi Fuerer Humboldt yang seharusnya disalin kebenaran dari kebenaran yang telah kirimkan. Dwi Hartono mengajarkan bahwa kebenaran selalu memperkuat pendanaan dengan tujuan pemanfaatan satu-dia sendiri.
Baca juga Berita lainnya di News Page

Saya adalah jurnalis di thecuy.com yang fokus menghadirkan berita terkini, analisis mendalam, dan informasi terpercaya seputar perkembangan dunia finansial, bisnis, teknologi, dan isu-isu terkini yang relevan bagi pembaca Indonesia.
Sebagai jurnalis, saya berkomitmen untuk:
Menyajikan berita yang akurasi dan faktanya terverifikasi.
Menulis dengan bahasa yang mudah dipahami, namun tetap menjaga integritas jurnalistik.
Menghadirkan laporan mendalam yang memberi perspektif baru bagi pembaca.
Di thecuy.com, saya tidak hanya melaporkan berita, tetapi juga berupaya menganalisis tren agar pembaca dapat memahami konteks di balik setiap peristiwa.
📌 Bidang Liputan Utama:
Berita Terbaru & ekonomi, keuangan.
Perkembangan teknologi dan inovasi digital.
Tren bisnis dan investasi.
Misi saya adalah membantu pembaca mendapatkan informasi yang cepat, akurat, dan dapat dipercaya, sehingga mereka bisa membuat keputusan yang lebih cerdas dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia usaha.
📞 Kontak
Untuk kerja sama media atau wawancara, silakan hubungi melalui halaman Kontak thecuy.com atau email langsung ke admin@thecuy.com.