Kapal Baca-Salurkan Bansos Diberikan Polda Riau untuk Pemulihan Meranti

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Satuan Polairud dari Polres Kepulauan Meranti kembali menggelar program keliling bernama Jalur untuk Rakyat (Jalur). Dalam kegiatan ini, masyarakat pesisir di Desa Beting, Kecamatan Rangsang, diberi layanan kapal baca serta teritorialkan bantuan sosial (bansos) bermacam-macam.

Kegiatan ini dilaksanakan bersama Ps Kasat Polairud dari Polres Kepulauan Meranti, Abdul Roni, diiringi oleh Kanit Patroli, Sabar Bernard Panjaitan, Bhabinkamtibmas Desa Beting, Suharmoko, dan lainnya. Total personel yang terlibat mencapai sepuluh orang.

AKBP Aldi Alfa Faroqi, Kapolres Kepulauan Meranti, menjelaskan bahwa program ini merupakan upaya Polda Riau untuk menjangkau warga pesisir yang belum merasakan manfaat dari bantuan pemerintah atau akses layanan publik.

“Kegiatan ini menegaskan Polri tidak hanya berfungsi sebagai pejabat keamanan, melainkan juga mendekatkan diri pada masyarakat melalui interaksi sosial dan emosional,” kata Aldi saat acara tersebut pada Rabu tanggal 27 Agustus 2025.

Dengan utilisentasikan Kapal Motor Polairud, tim bekerja sama memberikan layanan kesehatan melalui klinik apung dan menyampaikan semangat pendidikan dengan kapal baca untuk anak-anak di Desa Beting. Program ini tengah berusaha untuk meningkatkan kesejahteraan warga melalui pemberian 10 paket sembako, yang mencakup beras, gula, terigu, teh, mie, dan minyak goreng.

Buat anak-anak, program Jalur menyediakan buku, pena, dan peralatan tulis sebagai wujud kegiatan Pustaka Apung. Selain itu, untuk lingkup kesehatan, masyarakat diizin mengikuti pengecekan tekanan darah dan menerima suplemen vitamin dari Sidokkes Polres Kepulauan Meranti.


Pengabdian ini memiliki dampak positif yang kuat terhadap masyarakat, karena mengintegrasikan layanan praktis seperti pendidikan dan kesehatan dalam satu paket. Inisiatif ini pun menginspirasi untuk dikembangkan di daerah lain dengan kepentingan serupa, menanamkan cita-cita yang lebih kuat dalam menjaga keberlanjutan pengabdian sosial.

Upaya kolaborasi antara pihak berwenang dan masyarakat juga diperkuat dengan adanya program yang dapat diadaptasi ke berbagai situasi. Konsep Jalur menjadi bukti bahwa inovasi dapat berubah menjadi jalan solusi untuk menutup celah permasalahan komunitas, terutama di wilayah terpencil.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan