Dewan Ekonomi Nasional Mengungkapkan Langkah PR RI untuk Meningkatkan Investasi Asing

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Dewan Ekonomi Nasional (DEN) telah memperkenalkan beberapa poin penting yang harus ditangani pemerintah untuk menarik investasi, baik dalam skala domestik maupun asing. Mari Elka Pangestu, sebagai Wakil Ketua DEN, menggaris bawahi pentingnya langkah deregulasi dan reformasi dalam rangka menciptakan lingkungan bisnis yang lebih menarik.

Menurut Mari, pemerintah harus segera merombak iklim investasi agar bisa bersaing dengan negara tetangga seperti Vietnam. Hasil evaluasi yang dilakukan menunjukkan bahwa Indonesia masih kalah daya tarik dibandingkan Vietnam dalam beberapa aspek. Seperti halnya ketika tarif yang dikenakan oleh Presiden AS, Donald Trump, yang menargetkan beberapa negara inklusi Indonesia dan Vietnam. Indonesia diberi tarif sebesar 19% sementara Vietnam 20%.

Mari mengungkapkan bahwa meskipun Indonesia memiliki potensi yang lebih menarik dibanding beberapa negara, namun masih ada perbedaan yang signifikan dengan Vietnam. Salah satunya terkait dengan lisensi usaha, infrastruktur, dan aksesibilitas energi. “Untuk memperbaiki iklim investasi, kita harus memperhatikan aspek-infrastruktur, terutama akses ke energi,” ungkapnya dalam sebuah acara di Jakarta Selatan, Rabu (27/8/2025).

Harga energi di Indonesia masih lebih tinggi dibandingkan negara lain, sedangkan investor saat ini lebih mengutamakan penggunaan energi yang bersih. Mari juga menegaskan bahwa sektor logistik di Indonesia masih dianggap tidak efisien. “Kita harus memecahkan masalah-masalah ini agar bisa menarik lebih banyak investasi dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi,” tambahnya.

Saat ini, DEN bersama Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian sedang menyusun paket-paket deregulasi untuk mengatasi berbagai hambatan, termasuk di sektor perdagangan. “Di bidang perdagangan banyak peraturan yang restriktif, sehingga perlu disederhanakan. Selain itu, kepastian hukum, masalah lahan, dan AMDAL merupakan beberapa hal yang menjadi fokus evaluasi kita di lapangan. Kita juga melakukan koordinasi dan pemantauan untuk memastikan hambatan di daerah bisa segera teratasi,” jelasnya.

Salah satu studi terkini menunjukkan bahwa negara-negara dengan iklim investasi yang baik dapat menarik hingga 25% lebih banyak investasi asing langsung dibanding negara dengan regulasi yang rumit. Sebuah kasus sukses dari Vietnam menunjukkan bahwa dengan peningkatan infrastruktur dan efisiensi logistik, negara tersebut berhasil menjadi tujuan utama investor internasional. Data ini menguatkan argumen bahwa reformasi struktur dan peningkatan akses energi harus menjadi prioritas utama pemerintah Indonesia.

Untuk mencapai pertumbuhan yang berkelanjutan, pemerintah harus memastikan bahwa setiap langkah deregulasi dan reformasi tidak hanya ada di kertas, tetapi juga terwujud di lapangan. Dengan demikian, Indonesia bisa memiliki iklim investasi yang lebih kompetitif dan menarik bagi para investor, baik lokal maupun asing. Investasi yang masuk tidak hanya akan mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menciptakan lapangan kerja baru dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Baca Berita dan Informasi Finance lainnya di Finance Page

Tinggalkan Balasan