Transformasi Digitalisasi pada Dunia Kerja

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid mengungkapkan peran besar digitalisasi dalam mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia. Ia menekankan bahwa transformasi digital saat ini telah membentuk inti dari sistem ekonomi negara, dengan dampaknya terlihat jelas pada berbagai sektor.

Dalam kata-katanya, Meutya menegaskan bahwa Implementasi sistem pembayaran digital melalui QRIS telah merambat ke seluruh penjuru Indonesia. Saat ini, sudah ada lebih dari 32,7 juta penjual yang menggunakannya, dengan total transaksi mencapai Rp 42 triliun. Penggunaan ini mencakup semua kalangan, mulai dari pedagang kecil di desa hingga bisnis besar di kota.

Menurutnya, digitalisasi tidak hanya sebagai pendukung ekonomi saat ini, tetapi juga akan semakin kuat sepanjang waktu. Hal ini diharapkan dapat mempercepat pembangunan ekonomi dan mempermudah akses masyarakat terhadap teknologi. Namun, ada risiko disrupsi yang perlu diwaspadai.

Dalam acara Indonesia Summit 2025 di Tribrata Hotel, Rabu (27/8/2025), Meutya menyatakan bahwa teknologi digital akan pasti menghadirkan perubahan yang signifikan. “Jika saat ini sudah menjadi dasar ekonomi, mungkin dalam beberapa waktu ini akan terjadi perubahan besar karena teknologi ini,” kata dia.

Perubahan tersebut diharapkan mempengaruhi pasar kerja di Indonesia. Beberapa pekerjaan konvensional mungkin akan berkurang atau bahkan hilang, sementara pekerjaan baru yang berfokus pada teknologi akan muncul. “Kita harus siap menghadapi perubahan ini,” ujarnya. “Pemerintah sadar akan tantangan ini dan berkomitmen untuk bekerja sama dengan berbagai pihak.”

Meutya menambahkan bahwa kolaborasi antara pemerintah, swasta, media, dan generasi muda diperlukan untuk mengatasi dampak digitalisasi. Tidak hanya menghilangkan pekerjaan, digitalisasi juga dapat menciptakan lapangan kerja baru. Ia percaya bahwa generasi muda Indonesia, yang kreatif dan inovatif, mampu mengambil peluang ini dengan baik.

Dengan adanya banyak perusahaan digital di Indonesia, sudah terbukti bahwa transformasi ini dapat membuka jalan bagi lebih banyak lowongan pekerjaan. “Kita harus percaya diri dalam menghadapi tantangan ini,” katanya. “Generasi muda kita mampu menciptakan kesempatan kerja baru melalui digitalisasi.”

Kemajuan digitalisasi bukan hanya tentang menghadapi tantangan, tetapi juga about mengembangkan potensi yang lebih besar. Dengan pendekatan yang tepat, transformasi ini dapat menjadi salah satu katalis untuk kemajuan ekonomi dan sosial. Masyarakat perlu sombrong dan siap beradaptasi untuk memanfaatkan perubahan ini dengan baik.

Penting bagi kita semua untuk memahami bahwa perubahan ini bukan hanya tentang teknologi, tetapi juga tentang bagaimana kita mengubah cara berbisnis, bekerja, dan hidup. Dengan dukungan yang kuat dari berbagai pihak, Indonesia dapat bergerak maju dalam era digital dengan lebih optimis dan produktif.

Baca Berita dan Informasi Finance lainnya di Finance Page

Tinggalkan Balasan