Pada hari ini, beberapa posisi dalam Kabinet Merah Putih masih kosong, termasuk Wakil Menteri Ketenagakerjaan dan Menteri Haji serta Umrah. Pemerintah belum menetapkan siapa yang akan menduduki jabatan-jabatan tersebut.
Selain itu, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar berkunjung ke Istana Kepresidenan, tepatnya di Jakarta Pusat, untuk bertemu dengan Presiden Prabowo Subianto. Dalam kunjungan tersebut, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memimpin rombongan DPP yang hadir.
Pertemuan tersebut memunculkan pertanyaan apakah diskusi berputar soal opsi penghapusan jabatan atau penawaran pengisian posisi dalam Kabinet Merah Putih.
Bahlil menjelaskan bahwa dalam pertemuan hari ini tidak ada pembahasan mengenai hal tersebut. Selain itu, dia juga menegaskan bahwa tidak ada tawaran jabatan yang diajukan.
“Sampai dengan hari ini belum ada pembicaraan itu,” kata Bahlil setelah pertemuan, Rabu (27/8/2025).
Dia juga menekankan bahwa kewenangan untuk melakukan reshuffle atau penunjukan pejabat di kabinet adalah hak istimewa Presiden.
“Menyangkut reshuffle itu hak prerogatif presiden, Golkar menyerahkan sepenuhnya ke presiden. Golkar adalah partai yang sudah pengalaman selalu berpikir bahwa konstitusi, mekanisme, dan kewenangan diserahkan sepenuhnya,” ucapnya.
Bahlil pun menambahkan: “Untuk reshuffle mengangkat memberhentikan itu merupakan wewenang presiden.”
Menurut data riset terbaru, reshuffle kabinet seringkali dilakukan pada masa transisi pemerintahan untuk merapatkan visi dan misi kabinet dengan kebijakan presiden. Studi kasus menunjukkan bahwa reshuffle yang baik dapat meningkatkan efisiensi kerja kabinet dan memastikan kinerja yang lebih optimal. Pada waktu tertentu, perubahan ini juga dapat menjadi respons terhadap dinamika politik atau kebutuhan strategis.
Dalam konteks ini, Golkar telah menunjukkan komitmennya terhadap prinsip konstitusi dan melepaskan kewenangan kepada presiden, yang menjadi langkah bijaksana untuk menjaga stabilitas politik. Partai-partai lainnya juga perlu mempertimbangkan cara yang serupa agar proses pemerintahan berjalan lancar.
Untuk memastikan kabinet tetap berfungsi dengan baik, penting bagi presiden untuk mempertimbangkan faktor-faktor seperti keahlian, komitmen, dan harmoni dalam pengambilan keputusan. Dengan demikian, reshuffle yang dilakukan harus didasarkan pada analisis yang matang dan tujuan yang jelas.
Setiap perubahan dalam kabinet harus direncanakan dengan bijak, karena kepentingan negara harus menjadi prioritas utama. Partisipasi dari seluruh elemen politik, termasuk partai-partai pendukung, akan membantu mencapai kesepakatan yang lebih harmonis. Dengan begitu, kabinet dapat terus berfungsi dengan maksimal dan menjawab tantangan yang muncul di depan.
Baca Berita dan Informasi Finance lainnya di Finance Page

Saya adalah jurnalis di thecuy.com yang fokus menghadirkan berita terkini, analisis mendalam, dan informasi terpercaya seputar perkembangan dunia finansial, bisnis, teknologi, dan isu-isu terkini yang relevan bagi pembaca Indonesia.
Sebagai jurnalis, saya berkomitmen untuk:
Menyajikan berita yang akurasi dan faktanya terverifikasi.
Menulis dengan bahasa yang mudah dipahami, namun tetap menjaga integritas jurnalistik.
Menghadirkan laporan mendalam yang memberi perspektif baru bagi pembaca.
Di thecuy.com, saya tidak hanya melaporkan berita, tetapi juga berupaya menganalisis tren agar pembaca dapat memahami konteks di balik setiap peristiwa.
📌 Bidang Liputan Utama:
Berita Terbaru & ekonomi, keuangan.
Perkembangan teknologi dan inovasi digital.
Tren bisnis dan investasi.
Misi saya adalah membantu pembaca mendapatkan informasi yang cepat, akurat, dan dapat dipercaya, sehingga mereka bisa membuat keputusan yang lebih cerdas dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia usaha.
📞 Kontak
Untuk kerja sama media atau wawancara, silakan hubungi melalui halaman Kontak thecuy.com atau email langsung ke admin@thecuy.com.