BPS Menetapkan Garis Kemiskinan Rp 20 Ribu per Hari

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

BPS membenarkan keterangan tentang ukuran kemiskinan sebesar Rp 20 ribu sehari, tetapi menyatakan bahwa interpretasi tersebut tidak lengkap. Angka tersebut sebenarnya merujuk pada Rp 609.160 per bulan per individu, atau sekitar Rp 20.305 per hari, berdasarkan perhitungan pada Maret 2025.

Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, menjelaskan bahwa penilaian kemiskinan harus dilakukan berdasarkan rumah tangga secara bulanan, bukan hanya per hari. Dalam Rapat Dengar Pendapat Komisi X DPR RI pada Selasa, 26 Agustus 2025, BPS mengungkapkan bahwa sampel Susenas (Survei Sosial Ekonomi Nasional) mengukur pengeluaran rumah tangga, termasuk belanja makanan, tagihan listrik, dan sewa rumah.

Contoh yang dia berikan, jika seorang anak lahir dari keluarga miskin, ia akan tergolong miskin. Namun, jika anak tersebut diadopsi oleh keluarga yang lebih kaya, status kemiskinannya akan berubah. Hal ini menunjukkan bahwa status kemiskinan harus dilihat dari konteks rumah tangga, bukan individu.

Menurut Amalia, garis kemiskinan sebesar Rp 609 ribu per bulan perlu diterjemahkan menjadi Rp 2,8 juta per rumah tangga per bulan untuk menentukan level kesejahteraan. Rumah tangga dengan pengeluaran di bawah Rp 2,87 juta dinyatakan miskin, sementara yang sedikit di atas, seperti Rp 3 juta, masih masuk kategori rentan miskin.

Amalia menekankan bahwa pengertian kemiskinan tidak hanya bergantung pada apakah seseorang berada di atas batas kemiskinan, tetapi juga sejauh mana posisinya di atas garis tersebut. Hal ini mengingatkan pada pentingnya memahami konsep kemiskinan dengan benar untuk merencanakan program pengentasan kemiskinan yang lebih efektif.

Menurut data terkini, Indonesia masih menghadapi tantangan kemiskinan yang signifikan, dengan tingkat kemiskinan yang fluktatif akibat berbagai faktor ekonomi. Studi kasus menunjukkan bahwa upaya pemerintah dalam meningkatkan literasi ekonomi dan akses pendidikan dasar dapat berdampak langsung pada penurunan angka kemiskinan.

Tingkat kemiskinan tidak hanya ditentukan oleh angka, tetapi juga oleh kualitas hidup yang dialami oleh setiap keluarga. Upaya kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan organisasi nirlaba diperlukan untuk mengatasi masalah ini secara menyeluruh.

Kemiskinan adalah masalah kompleks yang memerlukan solusi yang holistik. Setiap individu, baik dari kalangan miskin maupun tidak miskin, memiliki peran dalam mendukung upaya pengentasan kemiskinan. Dengan pengetahuan yang tepat dan kerjasama yang erat, kita dapat menuju kepada masyarakat yang lebih adil dan sejahtera.

Baca Berita dan Informasi Finance lainnya di Finance Page

Tinggalkan Balasan