Anggaran ESDM Bertambah Menjadi Rp 21 Triliun Menurut Prabowo

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah memperoleh tambahan anggaran untuk tahun 2026. Anggaran tersebut meningkat menjadi Rp 21,67 triliun, naik dari Rp 8,117 triliun sebelumnya. Bahlil Lahadalia, Menteri ESDM, menjelaskan bahwa penambahan anggaran ini berasal dari sisa anggaran tahun 2025. Menurut Bahlil, anggaran Kementerian ESDM untuk tahun 2025 mencapai Rp 15 triliun. Dari jumlah tersebut, sekitar Rp 7,1 triliun telah digunakan, sehingga sisa anggaran tahunan tersebut dialokasikan untuk tahun 2026.

Sebagai pelengkap, Bahlil menambahkan bahwa penambahan anggaran tersebut juga didasarkan pada instruksi Presiden Joko Widodo related to prioritizing infrastructure projects, including the development of gas networks. Dalam rapat dengan Komisi XII DPR RI di Jakarta, Bahlil mengungkapkan, “Untuk memenuhi target prioritas Presiden, terutama terkait dengan pemipaan dan program listrik desa, kami mendapatkan tambahan anggaran sebesar Rp 8.547.053 dari sisa anggaran 2025.” Pengalokasian ini bertujuan untuk mendukung perencanaan dan pelaksanaan proyek strategis di tahun berikutnya.

Selain itu, ada tambahan anggaran sebesar Rp 5 triliun untuk program listrik desa, berdasarkan perintah Presiden Prabowo Subianto. Rencana ini diharapkan dapat menyalurkan listrik ke 10.068 titik yang masih belum terjangkau. “Untuk tahun 2026, kami mendapatkan anggaran tambahan Rp 5 triliun untuk mempercepat program listrik desa,” ujar Bahlil.

Bambang Haryadi, Wakil Ketua Komisi XII DPR RI, mengonfirmasi penerimaan penjelasan dari Menteri ESDM terkait rencana kerja anggaran (RKA) 2026. Pembahasan lebih lanjut akan dilakukan melalui rapat dengar pendapat dengan seluruh eselon 1 Kementerian ESDM. “Kami telah menerima penjelasan dari Menteri ESDM terkait RKA tahun 2026 sebesar Rp 21.665.527.491 dan akan didalami dalam rapat dengar pendapat. Setuju ya? Baik,” tutup Bambang saat membacakan kesimpulan.

Peningkatan anggaran ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk mempercepat pembangunan infrastruktur energi di Indonesia, terutama dalam mendukung akses listrik dan jaringan gas. Dengan alokasi anggaran yang lebih besar, harapan besar terbuka untuk mencapai target-target strategis di bidang energi, yang tidak hanya mendukung pertumbuhan ekonomi, tetapi juga kualitas hidup masyarakat.

Baca Berita dan Informasi Finance lainnya di Finance Page

Tinggalkan Balasan