Galon Lama Berpotensi Menjadi Ancaman Baru bagi Kesehatan Anak

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Sejumlah rumah tangga di Indonesia, tepatnya sekitar 30-40 persen, bergantung pada air galon isi ulang untuk kebutuhan minum sehari-hari. Sayangnya, lebih dari setengah dari jumlah tersebut menggunakan galon yang kondisinya kurang memuaskan. Apdamindo, sebuah asosiasi pemasok dan distributor air minum, mengungkapkan bahwa banyak galon yang masih beredar di masyarakat memiliki usia lebih dari sepuluh tahun dan tampak berwarna kecoklatan, bahkan menguning.

Galon-galon ini menimbulkan risiko bagi kesehatan, karena lebih rentan terkena kontaminasi zat berbahaya seperti bisphenol A (BPA). Sebelum diisi ulang dengan air segar, galon biasanya dibersihkan di depot. Namun, beberapa tempat menggunakan sikat kasar yang dapat menggosok bagian dalam galon, mengakibatkan peluruhan BPA ke dalam air yang akan dikonsumsi. Spesialis anak, dr. Kanya Ayu Paramastri, menjelaskan bahwa penggunaan sikat kasar pada galon dapat menyebabkan BPA meresap ke dalam air minum.

Penelitian menunjukkan bahwa BPA yang masuk ke dalam tubuh dalam jumlah berlebihan dapat ganggu sistem hormon. Dr. Kanya mencatat bahwa BPA memiliki sifat yang dapat merusak sistem hormon tubuh. Pembedaan ini diketahui dari penelitian pada hewan dan manusia, meskipun data manusia masih terbatas. BPA yang terkumpul dalam tubuh dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, seperti hipertensi, diabetes, dan bahkan kanker payudara. Pada wanita hamil, zat ini bisa menyebabkan bayi lahir dengan berat badan rendah, serta keterlambatan perkembangan saraf dan perilaku hiperaktif pada anak-anak.

Keberadaan BPA dalam tubuh juga dapat mempengaruhi hormon seksual, meningkatkan risiko disfungsi seksual pada pria dan menghambat produksi sel telur pada wanita, yang akhirnya bisa mengakibatkan kemandulan. Pemaparan BPA sejak dalam kandungan bahkan dapat mengganggu perkembangan saraf dan memperburuk perilaku anak yang terpapar.

Data terkini menunjukkan bahwa penggunaan galon isi ulang masih populer di kalangan masyarakat, terutama karena kemudahannya dan biayanya yang relatif terjangkau. Namun, keberadaan BPA dalam galon yang tidak terawat dengan baik menjadi ancaman serius bagi kesehatan. Pemerintah dan pelaku usaha sebaiknya menyadari pentingnya pengawasan kualitas galon dan praktik pencucian yang aman. Langkah-langkah seperti penggunaan sikat yang lembut dan pengawasan rutin terhadap kondisi galon dapat membantu mengurangi risiko kontaminasi BPA.

Ada saatnya kita beralih ke solusi yang lebih aman, seperti menggunakan botol air yang dapat diisi ulang dengan bahan yang lebih hijau atau memanfaatkan sistem penyaringan air rumahan. Dengan begitu, kita bisa menjaga kesehatan keluarga tanpa korban.

Baca Berita dan Info Kesehatan lainnya di Seputar Kesehatan Page

Tinggalkan Balasan