Trump Berharap Amerika Dominasi Saham Intel untuk Meningkatkan Kontrol Produksi Chips

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Pemerintah Amerika Serikat sedang menjalin perundingan dengan Intel mengenai rencana pengambilalihan 10% saham perusahaan tersebut. Hal ini dikonfirmasi oleh Karoline Leavitt, Sekretaris Pers Gedung Putih, yang menjelaskan bahwa Presiden Donald Trump memprioritaskan kepentingan negara dalam aspek keamanan nasional dan ekonomi.

Meskipun langkah seperti ini jarang dilakukan oleh pemerintah AS, rencana tersebut sesuai dengan kebijakan Trump Regarding intervensi langsung terhadap pasar.

Produsen chip seperti Nvidia dan AMD telah setuju untuk menyerahkan 15% dari penjualan di Cina kepada pemerintah AS atau memberikan penawaran seperti halnya US Steel kepada Nippon Steel. Selain itu, pemerintah AS juga menguasai saham terbesar dalam tambang logam tanah jarang milik MP Materials.

Geoffrey Gertz, peneliti senior di Center for a New American Security, menyatakan bahwa pemerintahan Trump sangat percaya pada peran pemerintah dalam mengatur sektor swasta. Pendekatan ini berbeda dengan kebijakan sebelumnya yang cenderung lebih terbuka dan tidak terlibat langsung. Trump lebih condong membuat kesepakatan langsung dengan perusahaan tertentu, bukan hanya menetapkan regulasi umum.

Sementara itu, Sujai Shivakumar dari Center for Strategic & International Studies (CSIS) Washington DC, memahami langkah Trump. Ia menekankan bahwa industri semikonduktor tidak berada dalam persaingan yang sehat karena dukungan besar-besaran dari negara-negara seperti Cina.

Pemerintah AS perlu mengejar kemajuan dalam produksi chip canggih, dan Intel menjadi kandidate terbaik untuk memperkuat industri tersebut. Namun, Intel menghadapi berbagai tantangan industri, termasuk keterlambatan dalam memproduksi chip canggih dan kehilangan pasar AI ke Nvidia.

Kesepakatan ini juga menghadapi kritik terkait dengan risiko kapitalisme kroni. Gertz mendorong pemerintah untuk menyeimbangkan antara kepentingan strategis dan kekuatan pasar agar industri tetap bersaing dan inovatif.

Lima tahun yang lalu, pemerintah Biden juga meluncurkan CHIPS Act, yang memberikan bantuan kepada perusahaan untuk meningkatkan produksi chip di dalam negeri. Intel, sebagai satu-satuna perusahaan lokal, patut mendapatkan dukungan karena masih memiliki peluang untuk mengembalikan dominasi AS dalam industri tersebut.

Jika kesepakatan in terwujud, pihak-pihak terlibat harus siap menghadapi tuduhan kapitalisme kroni. Kunci suksesnya adalah menempatkan kepentingan strategis di atas semuanya, sambil memastikan bahwa industri tetap sehat dan kompetitif.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan