Penerimaan Suap Noel Terkait Pemerasan Melibatkan Uang Lebih dari Rp3 Miliar

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Eks Wamenaker Immanuel Ebenezer, yang lebih dikenal dengan panggilan Noel, dianggap menerima sejumlah uang dan motor Ducati sebagai bagian dari kasus pencurian terkait sertifikasi keselamatan dan kesehatan kerja di Kementerian Ketenagakerjaan. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sedang menyelidiki apakah ada aliran uang tambahan yang terlibat dalam hal ini.

Asep Guntur Rahayu, Plt Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, menjelaskan bahwa ketika Noel mulai menjabat sebagai Wakil Menteri Ketenagakerjaan, ia mengetahui tentang adanya praktik pemerasan tersebut. Setelah itu, terbukti ada komunikasi antara Noel dan Irvian Bobby Mahendro Putro (IBM), yang dikenal dengan julukan ‘sultan’, dalam kasus ini.

Asep mengungkapkan bahwa Noel menerima sejumlah duit dan motor Ducati dari Irvian. Uang tersebut digunakan untuk renovasi rumah Noel, sedangkan motor Ducati diberikan sebagai hadiah. Selain Rp 3 miliar yang diterima Noel, ia juga mendapat satu buah motor Ducati.

Dalam kasus ini, beberapa tersangka terlibat, antara lain:

  1. Irvian Bobby Mahendro Putro sebagai Koordinator Bidang Kelembagaan dan Personil K3 (2022-2025)
  2. Gerry Aditya Herwanto Putra sebagai Koordinator Bidang Pengujian dan Evaluasi Kompetensi Keselamatan Kerja (2022-sekarang)
  3. Subhan sebagai Subkoordinator Keselamatan Kerja Dit Bina K3 (2020-2025)
  4. Anitasari Kusumawati sebagai Subkoordinator Kemitraan dan Personel Kesehatan Kerja (2020-sekarang)
  5. Immanuel Ebenezer Gerungan sebagai Wakil Menteri Ketenagakerjaan RI
  6. Fahrurozi sebagai Dirjen Binwasnaker dan K3 (Maret 2025-sekarang)
  7. Hery Sutanto sebagai Direktur Bina Kelembagaan (2021-Februari 2025)
  8. Sekarsari Kartika Putri sebagai Subkoordinator
  9. Supriadi sebagai Koordinator
  10. Temurila sebagai pihak PT KEM Indonesia
  11. Miki Mahfud sebagai pihak PT KEM Indonesia

Data riset terbaru menunjukkan bahwa kasus korupsi dalam sektoral pemerintahan masih menjadi isu yang serius di Indonesia, terutama dalam bidang yang melibatkan regulasi dan sertifikasi. Penyelidikan terhadap kasus Noel dan keterlibatannya dalam praktik pemerasan ini memungkinkan untuk mengungkap jaringan korupsi yang lebih luas, khususnya dalam pemeriksaan dan sertifikasi keselamatan kerja.

Analisis unik dan simplifikasi menunjukkan bahwa korupsi dalam bidang sertifikasi K3 dapat memiliki dampak jangka panjang bagi pekerja dan perusahaan. Pemerasan dalam proses sertifikasi tidak hanya merugikan negara tetapi juga mengancam keselamatan dan kesehatan para pekerja. Hal ini menegaskan pentingnya transparansi dan pengawasan yang lebih ketat dalam pemeriksaan sertifikasi kesehatan dan keselamatan kerja.

Kasus ini mengingatkan bahwa upaya pemulihan kepercayaan masyarakat terhadap aparat pemerintah harus dibangun kembali melalui penegakan hukum yang konsisten dan penegakan aturan. Semakin banyak kasus korupsi yang diungkap, semakin penting bagi masyarakat untuk tetap waspada dan mendukung upaya pemberantasan korupsi yang terorganisir.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan