Pejabat Rusia Ditahan atas Tindak Penggelapan Dana Benteng Perbatasan

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Pejabat Rusia ditahan akibat tingkah laku yang diduga mencurang dalam pengelolaan dana pembangunan benteng pertahanan perbatasan. Peristiwa ini muncul sebagai bagian dari upaya keras Kremlin untuk mendisciplin pejabat daerah setelah Ukraina berhasil merebut wilayah strategis di Kursk. Involvemen pejabat dalam korupsi ini diperkirakan telah merosotkan kapasitas pertahanan negara.

Satu nama yang terlibat dalam kasus ini adalah Vladimir Bazarov, yang saat ini menjabat sebagai pelaksana tugas wakil gubernur Kursk. Ia ditangkap setelah pimpinan wilayah tersebut, Alexander Khinstein, membocorkan informasi ke publik. Menurut keterangan Khinstein, prestasi masa lalu tak bisa dijadikan alasan untuk melanggar peraturan berkepentingan.

Pada masa lampau, Bazarov sebelumnya memegang jabatan yang sama di Belgorod, daerah lain yang kerap menjadi sasaran serangan dari Kyiv. Sejak penyerangan Ukraina pada Agustus 2024, kota Kursk telah mengalami perubahan kekuasaan. Khinstein menjelaskan bahwa investigasi terhadap Bazarov berkaitan dengan proyek pembangunan benteng pertahanan yang gagal. Data menunjukkan Bazarov diduga mencurangi dana sekitar 1 miliar Ruble, setara dengan Rp 201,7 miliar.

Serangan Ukraina pada Agustus 2024 menjadi poin balik besar dalam konflik tersebut. Dalam serangan mendadak, pasukan Ukraina merebut beberapa desa di Kursk, markah pertama perbuatan serupa sejak akhir Perang Dunia II. Rusia berhasil mengalahkan pasukan Ukraina dengan bantuan pasukan dari Korea Utara. Dua orang pejabat Kursk lainnya, Alexei Smirnov dan Roman Starovoyt, juga terlibat kasus korupsi. Smirnov menunggu sidang, sementara Starovoyt telah meninggal dunia akibat bunuh diri setelah dipecat dan akan dituntut atas tuduhan penyalahgunaan dana militer.

Dari situasi ini, jelas bahwa pengelolaan dana memang menjadi isu utama dalam perang modern. Pemberantasan korupsi harus dilanjutkan secara serius agar keamanan wilayah dan stabilitas negara bisa terjamin.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan