Mahasiswa Melakukan Demo Orasi di Sebelah Depan Gedung DPR dengan Menuntut Keadilan

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Mahasiswa turut hadir di depan gedung MPR/DPR untuk menyampaikan pendapat mereka. Mahasiswa bergantian membacakan pesan-pesan yang ingin disampaikan ke pihak berwajib.

“Kita semua hadir di sini untuk menyuarakan aspirasi demi masa depan negeri ini. Kami mendukung rakyat dan teman-teman mahasiswa, kita sama-sama memperjuangkan NKRI,” kata salah satu pembicaranya dari atas mobil komando, Senin (25/8/2025).

Di belakang gedung MPR/DPR RI, ratusan mahasiswa berkumpul untuk ikut serta dalam aksi. Selain mahasiswa yang mengenakan seragam universitas mereka, ada pula perwakilan masyarakat yang hadir untuk mendukung aksi.

“Hari ini kita bersama-sama mendorong perasaan keadilan. Mahasiswa sekarang ini menuntut perhatian dari pemerintah,” tambahnya.

Setelah berdiri lama, mahasiswa akhirnya menyanyikan lagu patriotik ‘Tanah Air Beta’ di depan gedung DPR. Mereka juga membawa berbagai atribut seperti spanduk dan bendera.

Sementara itu, di depangedung DPR, aksi demonstrasi yang telah berlangsung seiring waktu tadi berakhir dengan diadakannya pembubaran oleh pihak polisi. Detikcom menuju lokasi pada pukul 12.40 WIB, dan melihat anggota polisi meminta massa untuk bergerak menuju arah Semanggi atau Slipi, Jakarta Barat.

Dalam proses pembubaran, beberapa massa mendekati mobil pengurai massa dan ada yang melempar barang ke arah petugas polisi. Sebagai respon, polisi menggunakan water cannon untuk menghalau massa. Akhirnya, seluruh massa berlari ke arah Jalan Gerbang Pemuda.

Polisi di bawah pimpinan Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Susatyo Purnomo Condro, tetap tekun memberikan perintah kepada anggota untuk membubarkan aksi. “Untuk keamanan dan kenyamanan semua pihak, kami memutuskan untuk membubarkan aksi ini karena telah tidak kondusif. Ada banyak pelajar dan anak-anak yang terseret,” katanya sambil berdiri di atas mobil pengurai massa.

Polisi yang ada di dalam gedung DPR juga turut beraksi untuk mengusir massa. Pada pukul 12.50 WIB, upaya pihak berwenang masih berlanjut untuk memastikan massa bergerak mundur ke Jalan Gerbang Pemuda.

Belum ada laporan korban dalam aksi ini. Namun, beberapa mahasiswa terbagi dua: sebagian tetap bertekad untuk terus menyuarakan aspirasi, sementara yang lain memilih untuk pulang.

Terkait hal ini, Mahasiswa Indonesia membutuhkan perhatian yang lebih dari pemerintah. Aksi damai yang dilakukan menunjukkan betapa pentingnya suara generasi muda dalam membentuk masa depan bangsa. Meskipun penuh tantangan, semangat persatuan dan keadilan adalah kunci untuk perubahan yang lebih baik.

Bagi setiap individu, baik mahasiswa maupun masyarakat, penting untuk terus berpartisipasi dalam dialog sosial dengan konstruktif. Marilah kita semua berperan aktif dalam membangun Indonesia yang lebih adil dan harmonis.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan