Noel, Wakil Menteri Ketenagakerjaan, kini menjadi tersangka dalam kasus pemerasan terkait sertifikasi keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Setelah ditetapkan sebagai tersangka, dia terjaga emosi dan meminta maaf kepada Presiden Prabowo Subianto. Noel terjerat kasus ini saat Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh KPK pada tanggal 20 Agustus 2025. KPK mendapati adanya praktik pemerasan terhadap buruh yang memproses sertifikasi K3 dengan mengenakan biaya tambahan yang tidak pernah ada. Sertifikasi tersebut ditunda, dihindari, atau bahkan tidak diidentifikasi jika para pekerja enggan membayar tambahan.
Menurut Ketua KPK, Setyo Budiyanto, biaya sertifikasi K3 yang sebenarnya hanya Rp 275 ribu, namun buruh terpaksa membeli hingga Rp 6 juta. Praktik ini sudah berlangsung sejak tahun 2019. “Tindakan pemerasan ini telah terjadi selama beberapa periode, diperkirakan sejak tahun 2019 hingga saat ini,” jelas Setyo.
Dugaan pemerasan ini mengumpulkan dana sebesar Rp 81 miliar, yang sebagian mengalir ke pejabat di Kementerian Ketenagakerjaan, termasuk Noel. Noel自身 diyakini menerima Rp 3 miliar. “Uang yang dikumpulkan dari selisih tarif sertifikasi K3 mengalir kepada beberapa pihak, termasuk saudara Immanuel Ebenezer Gerungan sebesar Rp 3 miliar pada Desember 2024,” ujar Setyo.
Berikut daftar tersangka yang terlibat dalam kasus ini:
- Irvian Bobby Mahendro (Koordinator Bidang Kelembagaan dan Personil K3 tahun 2022-2025)
- Gerry Aditya Herwanto Putra (Koordinator Bidang Pengujian dan Evaluasi Kompetensi Keselamatan Kerja tahun 2022-sekarang)
- Subhan (Sub Koordinator Keselamatan Kerja Dit Bina K3 tahun 2020 sampai 2025)
- Anitasari Kusumawati (Sub Koordinator Kemitraan dan Personel Kesehatan Kerja tahun 2020 sampai sekarang)
- Immanuel Ebenezer Gerungan (Wakil Menteri Ketenagakerjaan RI)
- Fahrurozi (Dirjen Binwasnaker dan K3 pada Maret 2025 sampai sekarang)
- Hery Sutanto (Direktur Bina Kelembagaan tahun 2021 sampai Februari 2025)
- Sekarsari Kartika Putri (Subkoordinator)
- Supriadi (Koordinator)
- Temurila (pihak PT KEM Indonesia)
- Miki Mahfud (pihak PT KEM Indonesia)
KPK juga menyita 22 barang bukti, termasuk kendaraan mewah seperti Nissan GTR, BMW, Hyundai Palisade, Mitsubishi Pajero Sport, Jeep, Vespa, dan Ducati. Noel, yang terlihat menangis saat digiring, meminta maaf kepada Prabowo, keluarga, dan rakyat Indonesia. “Saya meminta maaf kepada Presiden Pak Prabowo, anak dan istri saya, serta rakyat Indonesia,” Lacur Noël. “Saya juga ingin mengklarifikasi bahwa saya tidak di-OTT.”
Kasus pemerasan sertifikasi K3 ini mengungkap korupsi yang berdampak buruk pada para pekerja. Ini mendorong upaya pengawasan yang lebih ketat terhadap birokrasi pemerintah dan potensi penyalahgunaan kekuasaan. Pelaku korupsi harus diadili dengan tegas agar kasus semacam ini tidak terjadi kembali.
Baca juga Berita lainnya di News Page

Saya adalah jurnalis di thecuy.com yang fokus menghadirkan berita terkini, analisis mendalam, dan informasi terpercaya seputar perkembangan dunia finansial, bisnis, teknologi, dan isu-isu terkini yang relevan bagi pembaca Indonesia.
Sebagai jurnalis, saya berkomitmen untuk:
Menyajikan berita yang akurasi dan faktanya terverifikasi.
Menulis dengan bahasa yang mudah dipahami, namun tetap menjaga integritas jurnalistik.
Menghadirkan laporan mendalam yang memberi perspektif baru bagi pembaca.
Di thecuy.com, saya tidak hanya melaporkan berita, tetapi juga berupaya menganalisis tren agar pembaca dapat memahami konteks di balik setiap peristiwa.
📌 Bidang Liputan Utama:
Berita Terbaru & ekonomi, keuangan.
Perkembangan teknologi dan inovasi digital.
Tren bisnis dan investasi.
Misi saya adalah membantu pembaca mendapatkan informasi yang cepat, akurat, dan dapat dipercaya, sehingga mereka bisa membuat keputusan yang lebih cerdas dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia usaha.
📞 Kontak
Untuk kerja sama media atau wawancara, silakan hubungi melalui halaman Kontak thecuy.com atau email langsung ke admin@thecuy.com.