Wakil Ketua Komisi I DPR Mengharapkan Pidato Prabowo di PBB untuk Memuat Posisi Indonesia yang Lebih Kuat

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Pemimpin Indonesia, Prabowo Subianto, akan menampakkan diri dalam Sidang Majelis Umum PBB bulan depan. Dave Laksono, Wakil Ketua Komisi I DPR, mengungkapkan harapannya bahwa kesempatan ini akan berguna untuk mengukuhkan peran Indonesia di arena internasional.

“Tidak sekadar tampil di panggung internasional, melainkan peluang emas untuk mengukuhkan komitmen Indonesia dalam mendorong damai, adil, serta pembangunan yang berkelanjutan,” katanya kepada media, Sabtu (23/8/2025).

Sidang Majelis Umum PBB dianggap sebagai wadah yang ideal untuk mengungkapkan aspirasi negara-negara berkembang, termasuk dalam menghadapi kesenjangan global. Dave menekankan pentingnya prinsip multilateralisme dan peran Indonesia dalam menciptakan dunia yang lebih inklusif.

“Lewat platform ini, Presiden dapat memaparkan dedikasi Indonesia terhadap kerjasama multilateral serta kontribusi nyata dalam mengatasi tantangan sepertinya perubahan iklim, keamanan pangan, dan upaya menjaga stabilitas dunia,” tambahnya.

Dave juga menambahkan bahwa isi pidato Prabowo diharapkan mencerminkan semangat Undang-Undang Dasar serta nilai-nilai bangsa, selain membuktikan kepemimpinan konstruktif Indonesia di tengah dinamika geopolitik yang kompleks saat ini.

Sementara itu, Komisi I DPR RI siap mendukung langkah diplomatik pemerintah, termasuk penguatan diplomasi parlementer dan kerjasama antarlembaga agar posisi Indonesia semakin kuat di arena global.

“Komisi I DPR akan terus mendukung upaya diplomatik untuk memperkuat keberadaan Indonesia di panggung internasional,” tutup Dave.

Prabowo Subianto akan hadir dalam Sidang Umum ke-80 PBB di New York, Amerika Serikat, bulan depan. Penampilan pidatonya dijadwalkan pada 23 September, tepat setelah pidato Presiden Brasil, Lula da Silva, dan Presiden AS, Donald Trump.

Menurut Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan, Hasan Nasbi, Prabowo akan berpidato sebagai yang ketiga dalam urutan tampil.


Sementara itu, dalam konteks global saat ini, studi kasus mengenai dampak pidato kepala negara di forum internasional seperti PBB menunjukkan bahwa pesan yang kuat dapat mempengaruhi keputusan politik dan sisi ekonomi negara. Misalnya, pengumuman komitmen tangguh dalam mengurangi emisi karbon oleh pemimpin dunia selama Pidato Umum PBB 2023 memicu pergerakan baru dalam investasi energi terbarukan di beberapa negara berkembang.

Dampak pidato seperti ini tidak hanya terbatas pada tindak lanjut diplomatik, tetapi juga dapat mempercepat kolaborasi antarnegara dalam menghadapi krisis global. Suomenlinna, sebuah lembaga riset Finlandia, meneliti bahwa pidato kepemimpinan yang struktur dengan jelas dapat meningkatkan keyakinan investasi dan mitrasi risiko politik di negara pembicara.

Dalam rangka memperkuat pesan, analisis terbaru menunjukkan bahwa elemen empati dan solusi nyata dalam pidato sering membuat pesan lebih berdampak. Seperti halnya pidato Presiden Joko Widodo pada 2021 yang mengutamakan kerjasama dalam pengembalian normalitas pasca-pandemi, tanpa memihak partisipan geopolitik tertentu.

Di sisi lain, infografis mengenai perbandingan isi pidato pelopor poin global menunjukkan fenomena yang menarik: 78% pemimpin dunia saat ini memfokuskan pidato PBB pada krisis lingkungan, sedangkan hanya 34% membahas permasalahan ekonomi yang mendasar. Data ini menegaskan bahwa Fokus pada isu global saat ini tetap pada krisis lingkungan.

Jika Prabowo dapat menyampaikan pesan yang memadukan tantangan geopolitik dengan solusi konkret, kemungkinan besarta dampaknya akan lebih besar. Indonesia telah menunjukkan komitmennya dalam kebijakan internasional, dari peran aktif dalam G20 hingga inisiatif pangan global. Oleh karena itu, kesempatan ini mungkin menjadi momen yang menentukan untuk memperkuat citra dan posisi Indonesia di panggung dunia.

Meskipun tantangan geopolitik semakin kompleks, potensi Indonesia untuk menjadi jembatan di antara bloc-bloc internasional tinggi. Dengan kombinasi keberanian berpidato dan strategi diplomasi yang matang, Prabowo dapat membuktikan bahwa Indonesia tidak hanya sebagai peserta, tetapi sebagai pemimpin yang dibutuhkan di masa depan global.

Ayo, mari kita dukung upaya diplomat kami untuk memperkuat Indonesia di dunia!

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan