Ciri-ciri Cacingan pada Orang Dewasa yang Sering Dilewatkan

anindya

By anindya

Cacingan bukan hanya masalah yang dialami anak-anak saja, melainkan bisa juga terjadi pada orang dewasa. Beberapa gejalanya sering kali disalahartikan dengan keluhan kesehatan lain, sehingga penting untuk bisa mengenali tanda-tanda tersebut. Jika tidak segera diatasi, infeksi cacing ini memiliki potensi untuk menimbulkan komplikasi serius. Beberapa jenis cacing yang umum menjadi penyebab infeksi antara lain cacing pita, cacing tambang, cacing gelang, dan cacing kremi.

Ketika cacing berkembang biak dan berkembang di dalam tubuh, beberapa gejala yang bisa muncul meliputi sakit perut, diare, mual, muntah, kembung, kelelahan, serta penurunan berat badan tanpa penyebab yang jelas. Beberapa pasien juga dapat mengalami nyeri perut yang kronis. Dalam kasus tertentu, infeksi cacing bisa menyebabkan disentri, di mana diare yang dialami disertai dengan darah dan lendir dalam tinja. Selain itu, infeksi ini juga dapat menyebabkan ruam atau gatal di sekitar rektum, vulva, dan bagian-bagian tubuh lain dekat dengan area tersebut. Dalam beberapa situasi, cacing bahkan bisa keluar bersama dengan tinja saat buang air besar.

Infeksi cacing memiliki potensi untuk menyebabkan berbagai komplikasi, termasuk anemia, penyumbatan usus, dan kekurangan gizi. Risiko ini lebih tinggi pada populasi tertentu, seperti lanjut usia atau individu dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah, termasuk mereka yang terinfeksi HIV. Untuk ibu hamil yang didiagnosis dengan cacingan usus, dokter biasanya akan merekomendasikan terapi obat antiparasit yang aman untuk dikonsumsi selama periode kehamilan.

Terdapat berbagai cara di mana cacingan dapat tertular, tergantung pada jenis parasit yang menyebabkan infeksi. Konsumsi daging yang tidak cukup matang merupakan salah satu cara pencarian, namun ada pula cara transmisi lainnya seperti:

  • Mengonsumsi air yang telah tercemar
  • Kontak langsung dengan feses yang berisi parasit
  • Kondisi sanitasi yang buruk
  • Kesulitan dalam menjaga kebersihan pribadi
  • Berjalan tanpa sandal di tanah yang tercemar
  • Menyentuh jari ke mulut tanpa membersihkannya
    Cacingan juga dapat disebarkan melalui kontak dengan individu yang sudah terinfeksi atau permukaan yang mereka sentuh. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), sekitar 24 persen dari populasi global terjangkit jenis cacing yang ditularkan melalui tanah.

Sebagian besar kasus cacingan hanya menimbulkan gejala ringan, namun tetap penting untuk segera mengonsultasikan dengan dokter jika ada keberatan yang diyakini disebabkan oleh infeksi ini. Obat-obatan modern biasanya efektif untuk membasmi cacing. Segera hubungi dokter jika mengalami:

  • Darah atau nanah dalam tinja
  • Muntah yang terjadi setiap hari atau sering
  • Demam atau suhu tubuh yang tinggi
  • Gejala kelelahan yang ekstrem bersama dengan dehidrasi
  • Penurunan berat badan tanpa alasan yang jelas
  • Sakit perut, diare, atau sakit perut yang berlangsung lebih dari dua minggu
  • Ruam merah dan gatal pada kulit berbentuk seperti cacing.

Banyak orang masih kurang mengetahui bahwa cacingan dapat menjadi ancaman serius bagi kesehatan, baik fisik maupun mental. Infeksi ini tidak hanya mengganggu kenyamanan sehari-hari, tetapi juga bisa mengancam kehidupan jika tidak segera ditangani. Meskipun gejalanya sering disalahartikan, pengetahuan tentang cara transmisi, tanda-tanda awal, dan langkah-langkah pencegahan dapat membantu mencegah komplikasi yang lebih serius. Selalu ingat, kesadaran dan tindakan cepat adalah kunci untuk menjaga kesehatan tubuh kita.

Baca Berita dan Info Kesehatan lainnya di Seputar Kesehatan Page

Tinggalkan Balasan